PUASA DAN INTERAKSI SOSIAL

 
خطبة عيد الفطر 1 شوال 1426 هـ

PUASA DAN INTERAKSI SOSIAL

Drs. KHM. Nuruddin A. Rahman, SH.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اللهُ أَكْبَر ( 9 مرات ) اللهُ أَكْبَرُ وَللّه الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لله كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَالله أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ الْيَوْمَ عِيْدًا لِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِِينَ، وَخَتَمَ بِهِ شَهْرَ رَمَضَانَ الْمُبَارَكَ الَّذِي فَرَضَ فِيْهِ الصِّيَامَ لِلْمُسْتَقِيْنَ، وَأَنْزَلَ فِيْهِ الْقُرْآنَ عَلَى عَبْدِهِ الرَّسُوْلِ وَالنَّبِيِّ اْلأَمِيْنِ الَّذِي بَعَثَهُ وَأَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ، صَلىَّ الله وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اْلأَبْرَارِ الطَّيِّبِيْنَ وَصَحَابَتِهِ الْهُدَاةِ أَئِمَّةِ الْمُتَّقِيْنَ وَ مَن اتَّبَعَ هُدَاهُ وَنَهَجَ طَرِيْقَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أما بعد :مَعَاشِرَ الْمُسْلِمْيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. قال تعالى
· ياايها الذين أمنوا اتقوا الله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون.( آل عمران 102)
· ياايها الذين ءامنوا اتقوا الله ولتنظر نفس ماقدمت لغد, واتقواالله إن الله خبير بما تعملون . ولاتكونوا كالذين نسوا الله فأنسهم أنفسهم أولــئك هم الفسقون
(الحشر 18-19)


Ma`asyiral Muslimin Rahimakumullah
Alhamdulillah, puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah swt.. Atas limpahan rahmat, hidayah dan inayah-Nya, pagi ini kita masih diberi kesempatan hadir di Masjid Al-Akbar ini dan tempat-tempat lain pelaksanaan Shalat ‘Ied, di saat ada beberapa teman, kerabat dan handai taulan kita yang sudah tidak punya kesempatan lagi menghadirinya, kerena lebih dahulu harus pulang menghadap Allah swt., atau sedang terbaring sakit di rumah maupun di beberapa rumah sakit.


الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Pada hari ini, semua umat Islam bergembira dan berkumpul bersama, dengan tanpa beda, antara miskin dan kaya, tua dan muda, pejabat dan rakyat jelata, dengan modal iman dan taqwa, menjadikan suasana indah dipandang mata, membuat iri siapapun yang melihatnya. Semua itu sebagai ekspresi kebahagiaan umat islam atas kemenangan melawan hawa nafsu selama bulan puasa penuh yang merupakan perjuangan besar, yaitu memerangi diri sendiri. Terbukti dalam sejarah kehidupan manusia, berapa banyak manusia menang dalam memerangi musuh, tapi tidaklah banyak manusia yang menang dalam memerangi diri sendiri yaitu hawa nafsunya.
Sedangkan kemenangan yang diraih adalah karena kita mampu mengendalikan hawa nafsu untuk tidak menuruti keinginan nafsu setan, melalui ibadah Puasa Ramadan sebulan lamanya.
Kondisi suci ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya ketakwaan seseorang serta ketaatannya terhadap perintah Allah SWT, dan bukan sebaliknya, menuruti ajakan nafsu setan yang selalu menyesatkan. Inilah yang digambarkan oleh Abu Yazid al-Busthami dalam ungkapannya:
ليس العيد لمن لبس الجديد ولمن أكل اللذيد، وإنما العيد لمن طاعته تزيد وخاف الوعيد.
“Hari raya (idul Fitri) bukanlah milik orang-orang yang berpakaian baru dan mengkonsumsi makanan-makanan lezat, melainkan Hari raya adalah milik orang-orang yang ketakwaannya semakin meningkat dan merasa lebih takut terhadap peringatan Allah”.
Hal itulah yang digambarkan oleh Allah dalam sebuah firmannya :
يا أيها الذين ءامنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون.
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian (menjadi orang )bertakwa (QS. Al-Baqarah, 2:183).

الله اكبر....الله اكبر.....الله اكبر....ولله الحمـــد
Ma`asyiral Muslimin Rahimakumullah
Penyucian diri yang kita lalui pada bulan ramadlan, diharapkan agar ruhaniyah kita, memiliki perasaan sensitif dan sugestif. Sensitif karena ia telah dilatih untuk merasakan penderitaan orang-orang yang kurang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehar-hari, sehingga memunculkan sifat cinta dan kasih sayang kepada sesama makhluk Allah, cinta damai dan solidaritas sosial yang tinggi. Sugestif, karena ia telah menjalani latihan atau olah ruhaniyah (spiritual axercises), sehingga dirinya merasa dekat secara ruhaniyah dengan Allah swt. Sebagai implikasinya, ia akan merasa selalu diawasi, diperhatikan, dan dipedulikan oleh Allah karena merasakan kedekatan dengan-Nya.
ان تعبد الله كأنك تراه, فان لم تكن تراه فإنه يراك
Agar engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, apabila engkau tak melihat-Nya, maka sebenarnya Allah-lah yang melihat engkau
Dengan kondisi seperti itu, seseorang diharapkan tidak lagi hanya mementingkan hubungan vertical semata, melainkan lebih jauh diharapakan agar membangun hubungan horizontal berkat pemahaman yang benar terhadap pesan-pesan ramadlan. Karena Allah berfirman.
ضربت عليهم الذلة أينما ثقفوا إلا بحبل من الله وحبل من الناس
“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (hubungan) dengan sesama manusia”. (QS. Ali `Imran, 3:112)
الله اكبر....الله اكبر.....الله اكبر....ولله الحمـــد
Ma`asyiral Muslimin Rahimakumullah
Hubungan horizontal akan lebih mantap, manakala kita mampu menunjukkan kesucian jiwa dengan melaksanakan serangkaian ibadah ritual, tradisi, dan simbol-simbol keagamaan di seputar Idul Fitri, dengan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil, dilanjutkan dengan menunaikan salat sunnah Idul Fithri dua rakaat, kemudian bersalam-salaman untuk saling memaafkan dan saling mendoakan.
Demikian itu, karena masing-masing dari rangkaian ibadah Idul Fitri mengandung pesan perdamaian yang amat dalam, yang dapat kita uraikan sebagai berikut :
Pertama: Takbir, tahmid dan tahlil, yang dikumandangkan sejak kemaren sore, selain merupakan ungkapan rasa syukur dan tanda kemenangan dalam mengendalikan hawa nafsu selama bulan Ramadan, juga dapat dipahami bahwa semua manusia merupakan makhluk Allah yang kecil, lemah, hina serta serba kekurangan. Sebaliknya, yang Maha Besar hanyalah Allah semata. Pemahaman yang benar terhadap takbir pastilah menghilangkan rasa sombong dan congkak serta angkara murka terhadap makhluk-makhluk lain. Dan pemahaman yang benar dari takbir ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang suci jiwanya, yaitu jiwa fitri. Dengan pandangan yang berpangkal pada jiwa yang suci dan penuh nilai-nilai ilahiyah, seseorang akan selalu berprasangka baik terhadap kesalahan dan kekeliruan orang lain. Implikasinya, dia akan menjadi manusia yang sabar dan pemaaf serta husnuddhan, suatu sikap yang disebut Rasulullah sebagai perilaku yang utama (akhlaq al-karimah).
وخالق الناس بخلق حسن
Dan bergaullah (dengan) sesama manusia dengan akhlaq yang baik
Kedua: Bersilaturrahim yang mengandung makna menyambung dan menghimpun, dan obyeknya adalah sesuatu yang renggang dan retak, dan yang retak itu adalah rasa kasih sayang, Kita sudah banyak kehilangan rasa kasih sayang dan solidaritas diantara kita, bahkan Sebagai gantinya, kita sering mengembangkan sikap yang kasar, mementingkan diri sendiri (egois), saling menjatuhkan dan agresif. Otot-otot kita setiap saat seakan-akan siap menerkam orang lain- yang kita pandang sebagai mangsa. Kita mengembangkan struktur sosial ayam- yang besar berusaha mematuk yang lemah dan seterusnya. Dengan bersilaturrahim, diharapkan agar kita dapat menemukan kembali sesuatu yang hilang sebelumnya, mengungkapkan perasaan kekeluargaan yang menyejukkan antara kerabat, tetangga dan sahabat, bahkan dengan siapa saja, dengan cara saling bertegur sapa dan saling meminta dan memberi maaf setelah selama setahun saling bersaing dan menjatuhkan. Kita akui bahwa setiap manusia pasti tidak lepas dari kesalahan dan kehilafan. Namun, bermaaf-maafan harus didasari oleh suatu kesadaran bahwa dosa yang dilakukan seseorang selain harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak di akhirat, juga sangat mengganggu keharmonisan interaksi sosial sesama ummat manusia di dunia ini. Perdamaian tidak akan terwujud antara orang-orang yang satu dan lainnya bila masih ada rasa kebencian, permusuhan dan kecongkaan, dendam dan saling keras kepala. Melalui `idul Fitri, manusia kembali ke dalam pola hubungan yang harmonis dan damai yang didasarkan pada prinsip saling memaafkan. Allah berfirman
فبما رحمة من الله لنت لهم, ولوكنت فظا غليظ القلب لانفضوا من حولك, فاعف عنهم واستغفر لهم وشاورهم في الأمر, فإذا عزمت فتوكل على الله, إن الله يحب المتوكلين.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka. mohonkan ampun bagi mereka. dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Al-Imron, 3 : 159)

الله اكبر....الله اكبر.....الله اكبر....ولله الحمـــد
Ma`asyiral Muslimin Rahimakumullah
Kita sadar, bahwa proses penyucian jiwa yang diawali dengan menyelesaikan kewajiban puasa, tanpa pertolongan Allah swt amatlah berat untuk dilewati. Dalam puasa kita harus berhadapan dengan nafsu, musuh yang tidak tampak dihadapan kita, sehingga sulit bagi kita untuk mendeteksinya.
Di sisi lain, nafsu adalah sesuatu yang kita cintai dan selalu menyertai kita, kapan dan dimana kita berada. Ia mengetahui letak kekurangan dan kelemahan kita, sehingga mudah baginya untuk mengecoh dan menjerumuskan kita ke jurang kenistaan. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika rasullulah saw menggambarkan orang yang berjihad melawan hawa nafsu sebagai salah seorang mujahid (pejuang dijalan Allah). Rasulullah saw. bersabda :
المجاهد من جاهد نفسه فى الله
Orang yang berjihad adalah orang yang berjuang terhadap hawa nafsunya dalam rangka taat kepada Allah. (HR. Turmudzi dan Ibn Hibban)
Mana kala kita tidak berhasil dalam perang atau jihad melawan hawa nafsu, maka bisa jadi kita akan tunduk pada segala keinginan hawa nafsu meskipun keinginan itu tidak benar. Dan kondisi seperti itu akan membuat kita menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan dan ini merupakan kesesatan dan kenistaan yang tiada terkira.
وما أبرئ نفسي إن النفس لأمارة بالسوء إلا ما رحم ربي إن ربي غفور رحيم.
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi Rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS, Yusuf, 12:53)
Untuk itu marilah kita berjihad untuk memerangi nafsu jahat yang ada pada diri kita masing-masing. Karena disadari atau tidak bahwa sumber bencana di dunia ini justru timbul dari ketidak mampuan manusia memerangi dirinya sendiri. Memang hukum alam selalu berjalan sesuai dengan ketetapan Allah (sunnatullah) akan tetapi manusia terkadang sering berusaha untuk merubahnya dengan berbuat kerusakan di muka bumi ini, baik secara fisik seperti : penebangan kayu hutan yang membabi buta, penangkapan ikan dengan cara illegal, menyulap serapan air menjadi rumah dan gedung-gedung bertingkat, yang intinya merusak lingkungan dan ekosistem yang mestinya harus kita pelihara bersama. Secara non fisik/moral, sering terjadi pelanggaran, seperti : perjudian, perzinaan, perkosaan, perampokan, penipuan, penindasan, korupsi, kolusi, nepotisme dan sejenisnya yang pada intinya polusi itu bersumber pada polusi akhlak/moral, ketidak mampuan manusia memerangi dirinya sendiri (hawa nafsunya). Maka tidaklah mustahil bila Allah SWT. Selalu memberikan peringatan keras kepada kita berupa musibah yang bertubi-tubi dengan silih berganti, mulai dari Gempa bumi, tsunami, longsor, banjir, angin puyuh, kekeringan termasuk juga kecelakaan darat, laut dan udara, serta yang berupa penyakit antrak, syar, busung lapar, gizi buruk, flu burung, polio, demam berdarah dan lain sebagainya yang semuanya menelan korban jiwa dan harta yang sangat besar. Semua itu tidaklah berdiri sendiri, akan tetapi tidak lepas dari hukum sebab akibat atas perbuatan manusia yang dhalimterhadap dirinya, lingkungan dan tuhannya. Hal itu telah ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an S.Al-Rum 41.
ظهرالفساد في البر والبحر بما كسبت أيدي الناس ليذيقهم بعض الذي عملوا لعلهم يرجعون.
Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan karena perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Demi menuruti hawa nafsunya pula, kadangkala sebagian umat islam menafsirkan kitab sucinya sesuai dengan kepentingannya, sebagai pembelaan dalam menjalankan misinya untuk merusak tatanan kehidupan kemanusiaan. Mereka menafsirkan agama untuk kepentingan kelompoknya dengan dalih jihad fi sabilillah, suatu penafsiran yang tidak pernah ditemukan dalam kitab apapun dan agama manapun.
Jihad bukan perjuangan untuk membunuh orang-orang tak berdosa, bukan pula usaha yang menyebabkan penderitaan bagi umat manusia dan mengahancurkan peradaban. Al-Qur`an tidak pernah mengajarkan umatnya menggunakan cara-cara kekerasan untuk membangun peradaban. Penafsiran jihad oleh sekelompok orang sebagai kekerasan yang dilegalkan agama adalah bertentangan dengan konsep jihad yang dikenal dalam agama itu sendiri.
Jihad adalah bekerja keras untuk menegakkan kebenaran dan keadilan bagi sesama seperti memerangi kemiskinan, dan kebodohan, menolong kaum lemah, dan memberdayakan umat manusia, sebagaimana yang menjadi pesan moral ibadah puasa ramadlan. Tidak ada ajaran Islam yang menyebut peledakan bom dengan tujuan membunuh sesama manusia yang tak berdosa sebagai jihad. Sebab, menurut Islam, membunuh satu orang yang tak berdosa sama dengan membunuh semua orang di muka bumi ini.
من قتل نفسا بغير نفس أو فساد في الارض فكأ نما قتل الناس جميعا , ومن أحياها فكأ نما أحيا الناس جميعا

Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh orang lain)atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka dia seakan-akan telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. ( QS. Al-Maidah, 5 : 32 )

الله اكبر....الله اكبر.....الله اكبر....ولله الحمـــد
Ma`asyiral Muslimin Rahimakumullah
Orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya, digambarkan oleh Allah dalam Al-Qur`an dengan firman-Nya :
أفرأيت من اتخذ إلهه هواه وأضله الله على علم وختم على سمعه وقلبه وجعل على بصره غشاوة فمن يهديه من بعد الله أفلا تذكرون.
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkan sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah? (membiarkan sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (QS. Al-Jatsiyah, 45:23)

Ma`asyiral Muslimin Rahimakumullah
Beruntunglah bagi orang yang berhasil memetik hikmah dari puasa, dan berhasil mengendalikan hawa nafsunya, sehingga bersih jiwanya, Allah menjanjikan surga baginya. Allah berfirman :
وأما من خاف مقام ربه ونهى النفس عن الهوى ، فإن الجنة هي المأوى.
Sesunguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan ia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. (QS. Al-A`la, 87:14-15)

الله اكبر....الله اكبر.....الله اكبر....ولله الحمـــد
Ma`asyiral Muslimin Rahimakumullah
Untuk mengakhiri khutbah ini saya mengajak diri saya dan para jamaah sekalian untuk selalu menyambut perintah Allah dalam firmannya :
وسارعوا إلى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السموات والأرض أعدت للمتقين، الذين ينفقون في السراء والضراء والكاظمين الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين
Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa, iaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik diwktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan .( QS.Ali Imron ,3 :133-134 )
Ayat ini sangat bersentuhan dengan tujuan suci puasa di bulan ramadhan, ialah mencapai derajat al-Muttaqien ( orang-orang yang bertaqwa). Siapakah itu..? mereka adalah orang-orang yang suka meng-infakkan harta bendanya di jalan Allah, dan mampu menahan emosinya dikala sedang marah, serta suka memberi maaf atas kesalahan orang lain. Itulah sikap dan prilaku yang amat disukai Allah SWT. Semoga kita semua para jamaah selalu mendapatkan petunjuk dan bimbingan Allah SWT. Serta dapat diterima segala amal ibadah kita di bulan suci Ramadhan dan pada pagi ini kita benar-benar merasakan kembali pada fitrah yang suci serta dapat menyandang predikat al-Muttaqien ( orang yang bertaqwa kepada Allah SWT). Amin

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم.
وإذاسألك عبادي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع إذا دعان فليستجيبوا لي وليؤمنوا بي لعلهم يرشدون.
بارك الله لي ولكم في القراءن العظيم, وجعلني وإياكم من العائدين والفائزين والمقبولين والمغفورين والمرزوقين , وأدخلني وإياكم في زمرة عباده المؤمنين العاملين الصالحين المتقين. أقول قولي هذا واستغفرالله العظيم لي ولكم ولوالدي ولسائر المسلمين والمسلمات فاستغفروه انه هو الغفورالرحيم.






Khutbah Ke Dua

الله أكبر……… 7X الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. لآإله إلا الله والله أكبر , الله أكبر ولله الحمد. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ اْلأعْيَادَ بِاْلأفْرَاحِ وَالسُّرُوْرِ, وَضَاعَفَ لِلْمُتَّقِيْنَ جَزِيْلَ اْلاُجُوْرِ, وَكَمَّلَ الضِّيَافَةَ فِى يَوْمِ اْلعِيْدِ لِعُمُوْمِ اْلمُؤْمِنِيْنَ بِسَعْيِهِمُ الْمَشْكُوْرِ. وَأشْهَدُ أنْ لآ إلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لآ شَرِيْكَ لَهُ الْعَفُوُّ وَالْغَفُوْرُ, وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِى نَالَ مِنْ رَّبّهِ مَا لَمْ يَنَلْهُ مَلَكٌ مُقَرَّبٌ وَلاَ رَسُوْلٌ مُطَهَّرٌ مَبْرُوْرٌ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدِ نِ النبيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلهِ وَأصْحَابِهِ الَّذِيْنَ كَانُوْا يَرْجُوْنَ تِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ, وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أمَّا بَعْدُ : فَيَا أيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ, وَاعْلَمُوْا يَا اِخْوَانِى رَحِمَكُمُ اللهُ أنَّ يَوْمَكُمْ هذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ الَّذِي أحَلَّ اللهُ الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ وَحَرَّمَ الصّيَامَ, يَتَجَلَّى اللهُ فِيْهِ عَلَى عِبَادِهِ مِنْ كُلِّ مُقِيْمٍ وَمُسَافِرٍ, فَيُبَاهِى بِكُمْ مَلاَئِكَتَهُ وَأنْتُمْ مُشْعِرُوْنَ بِالتَّكْبِيْرِ فِى كُلِّ بَادٍ وَحَاضِرٍ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آل سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ أجْمَعِيْنَ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, اَلأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. اَللّهُمَّ انْصُرْ جَمِيْعَ وُلاَةِ الْمُسْلِمين، وانصر جيوش الموحدين، وأعل كلمتك إلى يوم الدين يا رب العالمين. اللهم أهلك الكفرة والمشركين الذين يريدون إهدام الدين. اللهم نكس رؤوسهم وشتت شمولهم وفرق جموعهم وزلزل أقدامهم. اللهم فل حدهم وغل أيديهم وأرجلهم وضيق أرضهم ومسكنهم وخرب ديارهم. اللهم يا مميت 3 × فعجل موت هؤلاء الكفرة والمشركين وأرسل إليهم كل العذاب وعقابك لكيلا يجدوا فى الدنيا والآخرة مكان نعمة مدخولا.
اللهم يا فتاح يا رزاق ياوهاب اجْعَلْ بَلَدََنَا إندونيسيا هذا بَلَداً آمِنَاً طَيِّباً مُطْمَئِنَّاً وَاجْعَلْ أَهْلَهُ صَابِرِيْنَ عَلَى الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ.
Ya Allah ! dzat Maha Memberi, jadikanlah negara kami Indonesia tercinta ini, negara yang aman tentram, dan jadikanlah penduduknya selalu sabar dalam menghadapi kesengsaraan dan penderitaan.
اَللّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
Ya Allah ! Tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar, berilah kami kekuatan untuk mengikutinya, dan yang salah itu salah, berilah kami kekuatan untuk menjahuinya.
اللهم ادفع عنا الغلاء والبلاء والوباء والشدائد والمحن والفتن ما ظهر منها وما بطن من بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة يا رب العالمين.
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment