Seberapa romantiskah anda??

Romantis?
Kata yang sudah tak asing lagi bagi kita para makhluk yang mengagungkan cinta (semoga masih tetap mengagungkan cintaNya diatas segala cinta makhlukNya.). Ingat nggak kita sewaktu mau memulai sebuah perjalanan cinta. Dari mulai cinta monyet ampe cinta karet, ampe akhirnya bertemulah kita dengan pasangan yang dikaruniakan Allah apda kita. Semua berawal dari sebuah romantisme. 

 
Lalu, apa sih yang disebut romantis itu?
Apakah jalan2 berdua dengan sang kekasih idaman di taman penuh bunga dan kupu2 beterbangan itu romantis?
Apakah makan malam lampu teplok (candle light dinner_red.) itu yang disebut romantis?

 
Apakah membelikan kalung emas berlian untuk istri dengan dibungkus kotak merah hati (jangan kotak hitam, emange pesawat??) itu romantis?

 
Atau mengirimkan sebuket bunga (bunga kamboja kali..hihi..) itu romantis?

 
Banyak tips dari para penasihat perkawinan, biro jodoh, orang2 tua, dan sebagainya untuk mempertahankan keagungan ikatan tali kasih antara dua manusia dalam suatu wadah perkawinan yang menggalakkan para pasangan untuk menjadi romantis, biar langgeng. Tapi harus seperti apakah romantis??

Sebuah refleksi..
Romantis adalah sebuah anugerah yang sebenernya diberikan Tuhan kepada kita untuk menghargai adanya cinta antara manusia. Romantis sebenarnya merupakan seni dalam bercinta. Seni bagaimana kita menjadikan hubungan tali kasih agar tidak monoton, dan cenderung membosankan. Lalu, bagaimana menjadi romantis??

 
Jika kita lihat akar dari romantis ini adalah cinta maka kita ahrus menemukan hakikat cinta itu terlebih dahulu. Sudah benarkah jalan cinta kita? Halal kah? terikat dalam wadah yang benarkah? Kalau belum memenuhi syarat itu, stop di sini bacanya, mending penuhi syaratnya dulu. Kalau sudah dalam syarat yang benar, baru kita melangkah menuju romantisme.
Karena hakikat cinta adalah mencintai sang khalik (paradigma ini harus disamakan dahulu) maka kita akan mencintai kekasih kita karena cintaNya, untuk meraih ridhaNya, bukan untuk tujuan cinta yang lain. Dengan mencintai kekasih kita karenaNya, maka hubungan tali kasih akan berjalan dalam koridor yang benar. Sebagai suami, akan menjadi imam yang bisa diingatkan, sebagai isteri akan menjadi makmum yang selalu siap untuk menerima curahan hati sang imam. Bukankah yang seperti ini lebih romantis?

 
Mari saya ajak para sahabat pembaca berimajinasi..
Pagi pukul 3, bangun tidur.. sang istri dengan sabar membangunkan sang suami: Bang..bangun bentar.., dengan belaian sayangnya. Kemudian berdua ambil wudlu', menggelar sajadah..
Menghadap kiblat..
Menyeru :allahu akbar... diiringi istri setia dibelakangnya. Mengaminkan fatihah sang suami. Bersama bersujud, bertasbih mengharap cinta pada dzat yang memegang nafas kita. Malam sunyi..hanya terdengar bunyi binatang malam dan mereka berdua..yang asyik dimabuk cinta. Cinta pada Nya, cinta antara keduanya, melebur dalam tahajud khusyu' bersama.
Menyudahi nya dengan do'a..

Allahu robb..
Kembali kami bersimpuh menghadapMu
Dengan segala kerendahan hati kami sebagai hambaMu
Pandang kami dengan cintaMu
karena sesungguhNya Engkau Maha melihat
Dengar do'a kami dengan cintaMu
Karena sesungguhnya Engkau Maha melihat

Allahu Robb..
Engkau dzat pemegang nafas dan nyawa kami
Engkau yang mempertemukan cinta kami
Maka jadikanlah pertemuan kami pertemuan yang Engkau Ridhai
Engkau pula yang akhirnya nanti memisahkan kami
Maka jadikanlah perpisahan kami awal dari pertemuan di rumahMu nanti

Allahu Robb..
Jadikan keturunan kami sebagai mujahi2 yang siap berjuang dijalanMu
Karena dengan jalanMulah kami hidup sampai saat ini
Jadikanlah buah cinta kami sebagai penghubung silaturahim kami padamU
KArena dengan silaturahim padaMu kami akan tetap terikat dalam cintaMu
JAdikanlah cinta kami sebagai wasilah menuju cintaMu yang sesungguhnya
Dan kumpulkanlah kami nantinya sebagai orang2 yang Engkau cintai..


Semoga cinta mereka berdua mendapat ridhaNya, kemudian sang istri mencium taat tangan sang suaminya..
Alhamdulillah.. malam yang indah bukan?
Lebih romantis mana?dengan makan malam di bar? pergi ke pasar malam?pergi ke taman bunga?belikan berlian?sebuket karangan bunga??

Bagi yang merasa gak romantis blass... berkacalah, mungkin kebersamaan dalam tali kasih kita hanya sebatas antar makhluk. Jika menginginkan kondisi yang lebih romantis, penuh dengan cinta, harusnya kita menemui sang pemilik segala cinta, Allah subhanahu wata'ala. Karena dariNyalah anugerah cinta itu, bukan dari candle light dinner, bukan dari buket bunga, atau cincin berlian.. tapi dari bagaimana kita mengajak kekasih kita bercinta dalam wadah cintaNya yang paling indah..

Hanya pendapat pribadi..Penulis belum pernah coba juga si..:))

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment