Menyambut Hari Ibu 2010

Menyambut Hari Ibu, Doa, Perjuangan dan Kasih Sayang. Menyambut hari Ibu 2008,  berikut lirik dan lagu Ebiet G Ade  Nyanyian Rindu untuk Ibu. Saya tidak bisa lahir tanpa Ibu, Ayah tidak bergairah tanpa Ibu. Ibu adalah guru kesetian, guru kasih sayang, guru cinta kasih. Ibu sumber segala cinta yang diturunkan oleh Allah. Pengorbanan tiada putus, doa tiada henti, kasih tiada batas.
Wahai ibu, betapa engkau hanya memikirkan kesuksesan anakmu, meskipun kebanyakan anak melupakan ibunya disaat mereka sukses.
Ibu maafkan aku, anakmu yang tidak tahu membalas budi, anak yang lupa berbakti.
Ibu pengorbananmu sepanjang masa, kegigihanmu tiada pernah putus asa, perjuanganmu atas dasar cinta dan kasih sayang.
Hari yang baik ini saya akan pulang ke Jember  di Desa Tegal Wangi Kecamatan Umbulsari. Untuk sowan pada ibu dan ayah. Ibu yang sudah berumur 75 dan ayah yang sudah berumur 90 tahun Alhamdulillah masih sehat. Umur 2 kali umur saya yang 45 tahun. Tidak ada waktu berkunjung yang menyenangkan kecuali bisa bertemu bapak Ibu. Kesuksesan saya tidak lepas dari doa ibu dan ayah yang tiap hari tidak henti-hentinya diucapkan untuk anak anaknya.
Jasamu tiada tara, cintamu tiada batas. Apapun yang saya berikan untuk membalas segala kebaikan Ibu tidak akan pernah cukup. Ibu adalah keramat, ibu adalah surga, ibu adalah hidup, ibu adalah kehidupan. Tuhan telah mengirimkan ibu untuk melahirkan kita, untuk belajar hidup, untuk belajar cinta, untuk belajar tentang perjuangan, pengorbanan.
Ebiet G. Ade
Tubuhmu yg terbungkuk_tersandar lemah di kursi_kayu tua
Jemari kurus_terkulai menggenggam pena, engkau_goreskan sajak
Sisa rambutmu_perak, tinggal segenggam
Terbaca pahit_kerasnya perjalanan
Nampaknya ingin_kau tumpahkan seluruhnya
Di dalam puisi
Dari alis_matamu terbentuk garis_guratan kokoh jiwa
Angin yang deras menghempas tak kau hiraukan
Batinmu kuat bertahan
Meskipun raga_semakin rapuh, tak pernah risau selalu tersimpul senyum
Sepantasnya lah ku_jadikan suri teladan, potret perjuangan
Oh! ibu…..Ada yg ingin ku tanyakan pada_mu
Hasil panenan kemarau_ini, sesubur panen yg kita petik bersama
Oh! ibu…..Apa khabar sawah kita_sepetak
Masih bisakah kita tanami, atau terendam_ditelan zaman
Setelah cucumu_lahir, aku lebih faham_betapa beratnya
Membesarkan dan_setia melindungi, semua anak-anakmu
Kita yg selalu hidup sederhana, kau_ sanggup mengasuh hingga kami dewasa
Dengarkanlah nyanyian yg aku peruntukkan buat_mu ibu.
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment