Antara Harapan dan Kenyataan

hidup di antara mimpi harapan dan kenyataan
Kehidupan bukanlah impian….
Kehidupan bukanlah khayalan…
Kehidupan adalah kenyataan…
Tapi terkadang impian dan khayalan yang membuat mereka hidup menjadi terasa nyata….

Semua orang punya impian,impian yang membuat mereka hidup,dan harapan yang membuat mereka bertahan dalam hidup. Tapi apa yang terjadi ketika impian dan harapan di pertaruhkan dengan yang namanya kenyataan. Seolah impian dan harapan itu hanya menjadi angan–angan belaka, sedang kenyataan  menjadi takdir hidup yang nyata yang harus di jalani dan di terima dengan lapang dada. tak memandang sakit bahkan terlalu pahit.
Begitupun yang terjadi dengan vivie,remaja 18 tahun keluaran SMA tahun 2009 kemarin. Vivie yang semula selalu terlihat ceria dengan senyum manisnya dan tawa candanya yang tak pernah hilang. Kini semuanya berubah vivie lebih terlihat seperti pemurung yang matanya selalu kelihatan sembab,dan tatapan matanya seolah kosong. Mungkin karena terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk menangis dan menguras habis air matanya.
Semua itu berawal ketika impian dan harapan vivie untuk masuk ke perguruan tinggi tahun 2010 ini sirna sudah dan menjadi kegagalan ke2, setelah sebelumnya vivie  juga gagal masuk perguruan tinggi tahun 2009 lalu . Itu semua bukan lah tanpa alasan,tapi dengan alasan yang cukup tidak bisa di mengerti,satu hal yang vivie tau adalah karena semula vivie menolak masuk perguruan tinggi pilihan orang tua dan kakaknya.
‘yach oke… mungkin ini konsekuensi yang harus di ambil, harus kuliah tahun depan,aku terima itu”hanya pikiran itu yang terbesit di hati vivie.

>>>>>-----<<<<<

Untuk menunggu setahun itu,vivie melawati hari-harinya dengan kegiatan-kegiatan yang seadanya “yang penting bermanfaat” pikirnya selalu begitu. Yang terpenting buat vivie adalah selama tidak merasakan kebosanan pasti vivie kerjakan.
Tapi seolah rasa bosan itu tetap datang meskipun tak di undang. Untuk itu vivie memutuskan untuk mencoba untuk melamr kerja. Meskipun hanya bebekal dengan ijazah SMA yang nilainya cukup memuasakan,tapi vivie tetap optimis dengan keputusannnya itu. Pertama kali melamar kerja di sebuah restoran yang baru beberapa bulan berdiri.
“mungjin ada harapan di sana”harap vivie “tapi teman2ku aja yang uwdah lulus S1 masih belum dapet kerja,apalagi aku yang hanya mengandalkan ijazah SMA” piker vivie yang perasaan itu memebuat niat vivie 0% lagi. Dengan optimis vivie meneruskan langkahnya,vivie menitipkan lamarannya kepada teman kakanya (kal sinta namanya),sorenya pun ia menerima telpo dari kak sinta. “vie di suruh ke rumahnya bos ntar sore jam 5”suara kak santi di sebrang telpon mengagetkan vivie. “okay….makasih kak”jawabku senang hati.
“yu…. masama…..”jawab kak santi lalu menutup telpon. Sore itu vivie di antar temannya (kak iman),menuju rumah bos restaurant itu. Sessampainya di sana,vivie di persilakan masuk,sedangkan kak iman hanya menuggui vivie di luar. 30 m3nit berlalu,vivie keluar berarti suadah selesai. “uwdah vie…”Tanya kak iman simple. “uwdah..biasalah wawancara gitooo…”jawab vivie Kemudian vivie dan kak iman melaju dengan motor dengan kecepatan cukup tinngi karena hari uwdah menjelang malam.  “pasti di marahin nie…”pikir vivie selama dalm perjalanan pulang. Sesampainya di rumah vivie Cuma bilang “maksih ya kak…” dengan senyumnya. Kak iman hanya mengangguk dan berlalu pulang. Yach dia emang cowok yang cool and calm. Seminngu kemudian vivie mendapat kabar bahwa ia tidak di terima kerja di sana. Hati vivie sedikit kecewa,tapi kekecawaan itu tidak harus menjadikan vivie larut dalm keterpurukan. Vivie tetap bersikeras  Mencoba melamar kerja ke tempat lain,hingga beberapa kali,namun tetap hasilnya selalu nihil. “akh payah aku ini gagal teruz”pikir vivie dengan nada penuh kekecewaan. “sabar teman…semua ada waktnya…”kata2 itu terbesit di pikiranku,itu adalah kata2 di message hp vivie kiriman dari teman vivie yang apabila vivie mengeluhkan permasalahnnya pada dia,dia selalu saja mengirimkan message itu. Tapi entah dia di mana sekarang,kini vivie dan dia hanya berkirim message saja tapi itu membuat vivie merasa cukup karena berarti dia masih peduli terhadapnya. 6 bulan begitu cepat berlalu namun kerjaan belum di dapat pula. “gagal nie ngebahagiaan orang tua..”pikir vivie penuh kekekcewaan. Meskipun sebenarnya vivie tau bahwa orang tuanya tidak pernah menyuruh vivie cari keja,bahkan vivie ingat ketika orang tuanya melarang vivie untuk melamar kerja di luar kota. “mau apa ke sana vie ??? jauh2 !!! Tanya ayah. ‘mengadu nasiblah..” jawab vivie spontan. “cari uang,…bukannya di rumah juga tidak kekurangan apapun?sela ayahnya lagi “tapi khan….”ucap vivie tidak melanjutkan perkataannya “sebenarnya akucuma pengen belajar hidup mandiri dan cari kegiatan lain aja,aku cuma pengen kalian ngerti ini semua aku lakuin demi kalian juga” ucap vivie dalam hati. “ya sudahlah…terserah..” ucap vivie sambil berlalu ke kamarnya dengan perasaan sedikit kesal. Hari–hari selanjutnya di lewati vivie dengan kegiatan seperti dulu tanpa kegiata baru. Vivie sedikit senang ketika tau bahwa kakanya akan buka warnet. “ntar aku yang jaga yach…” pinta vivi tanpa rasa malu.  “maunya….iya dech….” Jawab kakanya itu.  Dengan itu bertambah kegiatan baru vivie di warnet. She is operator,dia begitu menikmati kegiatan baru nya itu. Banyakyang vivie  dapat antara pengetahuan teknologi dan informaasi terupdate. Terkadang vivie pun lebih tau bahkan so tau hehehe

>>>>>-----<<<<<

4 bulan sudah vivie bergelut dengan kegiatan barunya sebagai operator warnet. Kini tiba saatnya orang-orang sibuk menyiapkan penerimaan mahasiswa baru (PMB) di berbagai perguruan tinggi. untuk itu vivie pun semangat sekali mencari program beasiswa di internet,langkah ini vivie ambil agar ia bisa masuk perguruan tinggi sedikitnya bisa meringankan orang tua. begitu banyak informasi beasiswa yang ia dapat dari internet meskipun dengan satu klikan saja. Dan vivie pun mencoba 3 program beasiswa antara lain di STIETN,STIEAD,STIE,dengan fakultas yang di ambil fakultas ekonomi jurusan akuntansi, maka dari itu vivie mengambil sekolah tinggi ilmu ekonomi.
Vivie mengikuti program beasiswa ini dengan niat mencari secercah cahaya harapan untuk mewujudkan impiannya. Walaupun ia tau kalau akhirnya akan di masukan ke perguruan tinggi di daerahnya.
Dan ketika vivie tau bahwa satu dari program beasiswa yang di ikutinya mererima vivie sebagai mahasiswa dengan beasiswa tersebut,vivie pun segera memeberitahukan kepada kedua orzng ruanya dengan rasa senang dan bangga.
“yah..ibu…akhirnya vivie berhasil masuk dan di terima dengan beasiswa…”ucao vivie penuh rasa bangga. Tapi ayahnya hanya diam dan hal itu membuat viie sedikit bingung.”vie bukan ayah dan ibu tidak menyetujui tapi ayah ibu hanya khawatir  jika seandainya kamu kuliah di sana dan tinggal jauh dari keluarga,sedangkan di sana tidak ada sanak saudara,coba pikirkan baik-baik lagi…”ucap ayahnya tenang.
“tapi yah…”ucapan itu tidak di lanjutkan vivie,karena buat vivie percuma saja itu tidak akan pernah merubah keadaan.
“truz gimana ..”lanjut vivie “ayah ibu tau apa yang kamu inginkan ,tapi kamu juga harus tau apa yang kami khawatirkan,jika memang kamu ingin kuliah,kuliah saja di sini biar kami sekeluarga juga tidak cemas…”“ya sudahlah tyerserah” kata vivie “apa yang harus di cemaskan..”pikir vivie sanbil berlalu menuju kamar . seperti biasanya, dengan sedikit kekecewaan karena harapannya gak ada lagi,air matapun menetes sedikit demi sdikit sampai rasa lelah dan cape itu datang dan membuatnya tertidur pulas dengan meninggalkan air matanya di pipi dan mata yang sembab pun membekas di pagi harinya. Meskipun air matanya sudah sedikit terkuras tapi semua itu tidak mengurangi semangat vievie sedikitpun. Vivie yakin itu jalan terbaik dan masih ada harapan di depan sana,harapan akan vivie kuliah di perguruan tinggi di daerahnya. Setidaknya harapan vivie bisa kuliah tahun 2010 itu akn menjadi kenyataan.

>>>>>-----<<<<<

Ketika semangat vievie kembali mempersiapakan berkas2 untuk melengkpai semua persyaratan masuk perguruan tinggi. Di saat itu pula permasalahan keluarga  datang,permasalahan yang tidak hanya membuat semangat vievie jadi pudar lagi tapi juga membuat vievie jadi merasa akan kehilangan atas harapan yang selama ini ia inginkan “kuliah”.
Semula permasalahan itu ia ketahui dari kakaknya kalau sebenarnya ayahnya mempunyai masalah yang cukup besar. Ayahnya sedang terlilit hutang yang cukup besar bekas biaya operasi ibunya setahun yang lalu.dan akhirnya vievie baru menyadari bahwa yang meyebabkan ia gagal masuk kuliah tahun 2009 kemarin itu karena pasca operasi ibunya yang menghabisakan biaya puluhan juta rupiah,dan itu hasil pinjaman ayah ke orang lain
Sedangkan ayah tidak pernah menceritakan semua itu.
“apa mungkin ini juga kakn mempengaruhi niatku kali ini,semoga saja tidak”sempat vievie berpikir seperti itu,tapi dalam hitungan detik vievie segera membuang jauh jauh pikiran yang lewat sepintas itu,tapi ia tetap berharap semoga iti tidak kejadian.
Beberapa hari kedepan vievie melupakan semua permasalahn keluarganya,vivie kembali merajut semangatnya yang sempat terputus . semua berkas sudah beres tinggal ikut daftar dan tes USM. Dengansemangat yang sudah kembali pulih, vievie mengikuti tes USM yersebut. Dan seminngu kemudian hasil tes USM itu di umumkan,vievie kemudian melihat namanya di urutan 10 di antara ratusan nama yang di terima di perguruan tinggi tersebut.
Tidak ada rasa bangga untuk kali ini,karena vievie merasa itu bukanlan perguruan tinggi popular yang persaingan USM begitu ketat. Tapi rasa senang dan tenang kini ada dalam hatinya. “ akhirnya aku bisa kuliah juga…”pikir vievie, “tapi masalh itu…”pikiran itu terlintas lagi di benak vievie. Memang tak bis adi pungkiri,permasalahn itu telah membuat vievie sedikit ketakutan akan kehilangan kesempatan untuk kuliah lagi. “sudahlah..”pikir vievie membuang jauh2 pikiran itu  dengan secepat kil;at.
Sesampainya di rumah,vivie menyampaikan bahwa ia di terima di perguruan tinggi itu.
“sekarang semua uwdah beres,vievie keterma di sana….” Ucap vievie riang.
Tapi ayahnya tak menanggapi perkataan vievie,ayahnya terlihat tak bersahat.
“vie..”ucap ayah vivie pelan.
“ayah harap vievie bisa mengerti dan menerima gimana kondisi keluarga sekarang,bukan ayah menghalangi harapan vievie selam ini,tapi sekarang ayah sedang di hadapkan permasalahn yang cukup besar” ucap ayahnya lirih.
Sontak vivie kaget,jawaban itu seolah menjadi tamparan yang amat sangat keras dan bekasnya tak mampu di hilangkan. Hati vievie hancur berkeping2,air mata tak lagi mampu di bendungnya tapi tak juga mampu mengeluarkan air mata itu di depan kedua orang tuanya.air mata itu hanya adadi antara mata yang mulai memerah.
“masalah apa lagi..”ucap vievie bohong,karena sebenarnya dia sudh mengetahuinya. “ vievie tidk perlu tau masalah ini,biarlah ini semua ayah yang menyelesaikan,ayah Cuma minta kamu bisa mengerti dan menerima..”ucap ayah tenang sedang ibu hanya mengikutinya.  “vievie dan kaka juga sudah tau yang sebenrnya,tapi kenapa harus vievie lagi yang menagngung resiko dari permasalhan itu….”ucap vievie kesal. Ayah vivie terlihat sedikit bingungketika tau bahwa anak2nya suadah mengetahui permasalahn yang selam setahun ini di sembunyikan. “bukan maksud ayah menyembunyikan tapi ini semua demi kebaikan kalian semua. Dan juga bukan maksud ayah tidak mau mengikuti niat baik vievie untuk kuliah. Mungkin ayah bisa saja memasukan vievie kuliah sekarang dengan membayarkan uang yang masih tersisa sekarang,tapi ayah khawatir ke depannya ”ucapa yah sedikit melemah. “vioebie tau sendiri ayah hanya kerja bila ada proyek…” lanjut ayahnya. “yah,,bu,,, vievie Cuma minta kuliah sekarang,kapan vievie minta ini itu seperti orang lain,kalo masalah uang khan gampang di cari,apalagi untuk niat baik. Buat nikahan kaka ajj bisa yang butuh bukan 1 atau 2juta tapi lebih dari 10 jutabisa sedangkan buat kuliah vievie tidak biasa.”ucap vievie sedikit marah dan hamper air matanya jatuh di pipinya tapi seger aia menahan dengan tanganya, “terserah dah,,,”ucap vieie sambil menuju kamar dan membanting pintu kamarnya dengan keras yang membuat ayah dan ibunya sedikit kaget. Seperti biasanya  di kamarnyalah vievie menumpahkan air matanya yang sudah tidak bisa di tahan lagi sampai ia tak menyadarinya bahwa ia tertidur pulas dengan meninggalkan bekas air mata di pipi dan bantal kesayangannya itu.
>>>>>-----<<<<<
Sejak saat itu vievie belum bisa berpikir jernih antara harus pasrah dengan kenyataan atau bangkit dari keterpurukan untuk meraih impian dan harapannya itu. Vievie tak berhenti di situ,vievie meminta pengertian nya kepada kakak2nya,tapi jawabannya tetap sama “sebaiknya vievie mengerti keadaan semua ini” kesimpulan itu yang dapat vieie ambbila dari semua pembicaraan kakak2nya.
Vievie merasa sangat terpukul dengan semua kenyataan hidupnya sekarang yang tak bisa kuliah tahun ini. Kini senyumnya hilang seiring hilangnya harapan dan impian yang telah di pertaruhkan dengan kenyataan yang menurut vievie itu sangat kejam dan tak adil.
“mengapa hidup ini tak adil,kenapa semua itu datang di saat tak aku inginkan,”kata hati vievie.
Hari2nya hanya di jalaninya dengan kemurungan dan terkadang air mata itu pun menghiasi pipinya ketika ia teringat akan kenyataan yang sangat pahit bahkan sakit itu harus ia jalaninya.
Kesedihan tidak hanya sampai di situ,kini vievie dan keluarga harus menjual rumahnya untuk membayar utang ayahnya. Dan kembali tinggal di rumahnya yang  dulu yang semula di tempati saudaranya. Bagi vievie dan keluarga itu bukanlah hal berat karena meskipun pindah rumah toch dulu vievie juga menghabiskan masa kecilnya di rumah itu.masalah terbert bagi vievie adalah ketika dia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dia tidak bisa kuliah tahun ini,selebihnya bukan masalah besar baginya.
Kini vievie hidup dengan kehidupan barunya,kehidupan seoalah di mulai dari nol lagi. Kekecewaan tetap ada di hatinya tapi itu tak membuat vievie harus terus menerus hidup dengan kekecewaan yang akan membawanya pada keterpurukan.
“aku harus bangkit dan memulai impian dan harapan baru lagi.dan aku harus bisa bertahan dalam kenyataan hidup seperti ini,aku yakin masih ada jalan menuju impian dan harapan di dunia ini”pikir vievie panjang.
“semua ini hanya sebagian kecil dari lika liku hidup yang harus di jalani oleh setiap manusia”pikir vievie lagi.
Vievie mencoba mengembalikan senyumnya yang semula hilang di telan kesedihan,vieviei mencoba menjalani hidup barunya dengan sabar dan ikhlas,karena ia tau dengan sabar dan ikhlas semua bisa di jalani meskipun pahit dan sakit sekalipun.
Tak lupa vievie selalu berdoa kepada allah.
“ya allah…kini aku tertunduk malu di hadapanmu,bukan lagi untuk mengadu tentang rasa hidup yang tak adil dan bukan lagi tentang impian dan harapan yang sangat ku inginkan,tapi aku hanya meminta semoga suatu saat aku tidak  menangis dan kecewa lagi seandainya kenyataan pahit lain harus ku jalani” Permasalahan yang semula menjadi beban kini seolah telah merubah pola pikir vievie yang semula hanya mementingkan egonya saja,sekarang vievie terlihat dewasa dengan pemikiranya yang baru. Sekarang vievie mengerti akan arti dari mimpi,harapan dan kenyataan. Memang kenyataan tak seindah mimpi yang di harapakan,tapi jangan pernahberhenti untuk bermimpi dan berharap karena impian dan harapan itulah yang menjadikan kita bertahan dalam hidup.
“smangat vievie…” ucap vievie…
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment