Renungan "JUM'AT " 7 Januari 2011

Add caption
Hari ini hari jum'at, rajanya hari, hari rayanya orang miskin, dan hajinya orang Fakir, semoga hari ini saya dan teman- teman muslim lainnya mampu melaksanakan sholat jum'at   Namun mata Saya tertuju pada sebuah kisah renungan mengenai seorang Petani, yang menurut saya kisahnya sangat sederhana namun cukup menggelitik. Oleh karena itu saya ingin sekali sharing kisahnya disini, berikut ini adalah kutipan kisahnya:
Jalaludin Rumi dalam bukunya Al-Misnawi menuliskan, seorang Petani sedang berusaha untuk membawa sekarung Gandum yang diletakkan diatas keledai, namun Gandum itu selelu jatuh. Kemudian dia berpikir, bagaimanakah caranya mel;etakkan sekarung Gandum itu diatas punggung keledainya agar tidak terjatuh. Sampai pada akhirnya dia menemukan sebuah ide, untuk mengisi sebuah karung lagi dengan Pasir kemudian mengikatnya dengan karung Gandum tersebut. Dengan demikian Gandum tidak lagi terjatuh karena sudah seimbang.
Ternyata baru berjalan sekian kilometer, keledainya kecapean karena beratnya beban. Maka si-Petanipun berpikir untuk mencari tempat beristirahat. Ketika sedang mencari-cari, si-Petani bertemu dengan seorang Pengemis. Pengemis itu bertanya kepada si-Petani, “Apa yang dibawa keledaimu? Sang Petani menjawab, “Karung yang satu isinya Gandum, sedangkan yang satunya lagi berisi Pasir, agar seimbang”.
Lantas pengemis itupun berkata lagi kepadanya, “Kenapa diisi Pasir? Bukankan akan lebih baik jika Gandumnya yang kau bagi dua, sehingga keledaimu tidak kecapean karena beratnya beban”. Si-Petanipun berpikir, betul juga apa yang dibilang lelaki Pengemis itu. Lantas diapun mengeluarkan Pasir dari karung yang satu, dan membagi dua karung yang penuh berisi Gandum.
Si-petani meneruskan perbincangannya dengan Pengemis itu. Dan dia semakin terkagum-kagum dengan pemikiran si-Pengemis. saking penasarannya maka ia pun mengomentari si-Pengemis. “Anda ini pintar, pemikiran anda sungguh luar biasa, tetapi kenapa Anda menjadi seorang Pengemis?”.
Pengemis itupun menjawab,”Itulah, karena aku terus memikirkan banyak hal sampai-sampai aku tidak sempat melakukan apa-apa”. Setelah pertanyaannya dijawab oleh si-Pengemis tersebut, sambil berpikir kebingungan Si-Petani itupun bergegas meninggalkan si-Pengemis untuk melanjutkan perjalananya.
Melakukan sesuatu tanpa berpikir, akan menyusahkan diri sendiri. Tapi hanya berpikir saja itupun tidak cukup, jika tidak di-iringi dengan aksi (dikutip dari Buletin Mimbar Jum’at No. 22 Th. XXIV 14 Jumadil Alhir 1431H – 28 Mei 2010 Jum’at IV).
Demikian sekelumit kisah sederhana yang cukup menggelitik menurut saya, semoga saja sharing ini bisa bermanfaat bagi kita semua, setidaknya mengingatkan kita agar tetap merenungi mengenai tindakan-tindakan apa saja yang sudah kita lakukan selama ini untuk mewujudkan pemikiran-pemikiran kita selama ini. Tentunya kita semua tidak ingin menjadi seperti Pengemis tersebut, yang terlalu banyak memiliki ide-ide cemerlang namun tidak pernah direalisasikannya!….Jadi jangan hanya berpikir, bertindaklah dari sekarang!!!………..
Mutiara Hati Harus Dijaga dan Dipelihara
Mata adalah penuntun dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri.

Niat untuk selalu tampak indah dan menarik adalah suatu kewajaran, namun Allah Maha Mengetahui segala yang melintas di hati kita, apabila niat kita tergelincir kedalam kemaksiatan dan kesia-siaan bisa jadi Allah akan memberikan jalan terbukanya bencana bagi kita, oleh karenanya bersungguh-sungguhl ah berniat hanya untuk menggapai ridha Allah. Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. Setiap orang yang kita jumpai dalam hidup membawa suatu misi mengajar kita sesuatu yang baru.

Kebaikan tidak terletak dalam melakukan dengan benar karena peraturan, melainkan melakukan yang benar karena alasan yang benar. Cinta itu indah, karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yang luas, dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya. Keuntungan hakiki adalah keuntungan yang tidak hanya menguntungkan diri pribadi, tapi juga menguntungkan sebanyak mungkin hamba-hamba Allah lainnya. Usahakanlah apa yang menjadi nikmat tidak menjadi musibah bagi orang lain.

Dunia itu ketika sedang menghadapimu, dia memberimu kebaikan orang lain, dan apabila sedang membelakangimu, dia mencabut darimu segala kebaikanmu." Semangat tanpa pengetahuan sama dengan api tanpa cahaya. Demi Tuhan yang diriku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya seseorang telah datang pada hari kiamat dengan amal-amal saleh yang bila diletakkan di atas gunung maka ia akan memberatinya. Lalu bangkitlah salah satu nikmat dari nikmat-nikmat Allah, maka nikmat ituhampir saja menghabiskan semua amal saleh orang tadi, kalau saja Allah tidak mengaruniakan kepadanya RAHMAT-NYA. (HR. AL-Mundziry) Ikhlas dan tauhid adalah pohon yang ditanam di taman hati, Amal perbuatan adalah cabang-cabangnya, sedangkan buah-buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan abadi di alam akhirat. (Ibnul-Qayyim)

"Sesungguhnya jika ALLAH SWT menghendaki dan membinasakan seorang hamba, maka Dia mencabut dari orang itu rasa malu. Jika telah tercabut darinya rasa malu, engkau tidak menjumpai orang itu kecuali bergelimang dosa. Jika engkau tidak menjumpai kecuali bergelimang dosa, dicabut (pula) dari dirinya amanah. Apabila telah dicabut darinya amanah, engkau tidak menjumpainya kecuali sebagai orang yang berkhianat dan dikhianati. Jika engkau tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan berkhianat dan dikhianati, maka dicabut darinya rachmat Allah. Apabila telah dicabut darinya rahmat Allah, engkau tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan terkutuk dan terlaknat. Jika engkau tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan terkutuk dan terlaknat, maka dicabut darinya ikatan dengan Islam". (HR. Ibnu Majah)

Minta tolonglah kepada ALLAH SWT dan janganlah menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu MASALAH, maka janganlah mengatakan: 'Seandainya aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu. Tetapi katakanlah: itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendaki- NYA, semua ketentuan-NYA, pasti akan terjadi. Sebab kalimat "Seandainya. .." itu akan membuka pintu buat setan. (Al-Hadits)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.Tampilkanlah dengan sesungguhnya sifat-sifat kekuranganmu, niscaya Allah menolongmu dengan sifat-sifat kesempurnaan- Nya. Bersungguh-sungguhl ah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Bersungguh-sungguhl ah dalam ketidakberdayaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan daya dan kekuatan-Nya. " (Ibnu Athailah)


"Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulillah saw beliau berkata:" Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum aku lihat saat ini; pertama, satu kaum yang membawa cemeti (cambuk) seperti ekor sapi. Mereka memukulmanusia dengan cemeti tersebut. Kedua, wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang (nisa'un kasiyatun 'ariya. Mereka berlengang-lenggok dan menggoyang-goyangka n kepala mereka seperti ponok unta yangcondong). Wanita-wanita tersebut tidak akan masuk surga dan tidak dapat mencium baunya pun. Padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak sekian dan sekian"(HR. Muslim).


"Ajal ada saatnya. Kesulitan bukan berarti harus kita sikapi dengan putus asa. Pastikan kita bisa mengenal diri dengan lebih baik, mengenal diri dengan lebih baik, mengenal kemampuan lebih maksimal. Jangan melakukan sesuatu tanpa tahu ilmu, tanpa tahu kebenaran, karena bisa jadi bumerang. Tidak usah memaksakan diri agar kelihatan lebih dari kenyataan yang sebenarnya."

from. syahabudin junaedi 
Berbagi Tak akan Penah Rugi
Sebagai manusia, kita diberikan beberapa kelebihan yang, kadang, tidak kita sadari bahwa itu adalah potensi diri. Allah Swt menciptakan setiap manusia dengan beberapa kelebihan yang spesifik. Charmed!!! Bakat, jika kita sebut dalam bahasa sehari-hari. Atau talenta jika kita ingin menyebutkan dengan bahasa yang lebih unik. Atau anugerah, jika kita istilahkan lebih dalam lagi. Tidak semua orang, memiliki bakat yang sama. Unik, menarik, dan spesifik. Itulah ciri bakat atau talenta yang dimiliki setiap orang.


berbagi tak pernah rugi - hadisome 09
Berbagi dengan sesama, tidak harus dalam bentuk materi. Berbagi ilmu melalui tulisan, berbagi pemikiran dan pengetahuan melalui kajian, berbagi kebisaan yang kita punya untuk kebahagiaan sesama mungkin bisa bernilai pahala juga di mata Allah SWT. Siapapun yang terlahir ke dunia ini diberikan kelebihan oleh Allah SWT. Begitupun dengan kita. Misalnya kita diberikan satu kekurangan, pasti lah kita diberikan kelebihan oleh-Nya. Nah, kita bisa menggunakan kelebihan kita itu untuk berbagi terhadap sesama. Janganlah melulu meratapi kesedihan bahwa kita mengalami kekurangan, tidak sama dengan yang lain, diberikan perbedaan oleh Allah SWT. Tapi syukuri-lah apa yang telah diberikan-Nya untuk kita sambil terus menggali potensi diri kita, apa sebenarnya kelebihan kita tersebut. Jika berasa tidak mudah menemukan apa kelebihan atau bakat kita, coba minta kepada teman terdekat kita untuk memberi tahu apa sebenarnya bakat kita. Gunakanlah bakat atau kelebihan tersebut untuk membantu sesama manusia.
Salah satu ustad ternama, Ust. Yusuf Mansyur selalu membagikan pengalamannya bahwa berbagi memang tak pernah rugi. Dalam setiap kajiannya, ustad muda ini selalu memberikan pencerahan bahwa ketika kita berbagi dengan sesama, maka Allah yang akan mengganti dengan penggantian yang tidak pernah terduga. Haisu la yahtasib. Rejeki yang tidak diduga-duga sebagai bentuk pergantian Allah atas apa yang sudah kita berikan kepada orang lain. Selaku mahluk sosial, kita diberikan rasa simpati dan juga empati terhadap sesama, sehingga kita diajarkan untuk membantu sesama, tak peduli apakah kita memiliki kekurangan ataupun kelemahan. Justru, dengan berbagi apa yang kita miliki, entah itu ilmu ataupun harta, kita akan selalu bersyukur. Dan kita tidak akan terlalu terganggu dengan kekurangan yang kita miliki.
Dalam salah satu bukunya ust. Yusuf memberikan sebuah nasihat untuk kita, dan rasanya sayang jika tidak saya bagikan kepada teman-teman, dan menjadi bahan perenungan untuk kita semua. Begini kalimat yang dituliskan ust. Yusuf:
Ajari kaki menginjak debu, biar menaruh rasa pada yang tidak beralas. Biarkan angin membelai tubuh, supaya mata melirik pada mereka yang tidak berpakaian. Sesekali kosongkan perut, biar terasa rintihan kelaparan. Tidak akan pernah kita iba melihat kemiskinan bila sedetik pun tidak mau meninggalkan istana. Kita tidak mau sujud tersungkur bila kita tidak merasa di bawah. Haruskah tangan Tuhan bermain? Haruskah menjadi miskin dulu untuk bisa merasakan tangis kesusahan? Haruskah bibir kita dikunci terlebih dahulu biar tidak tenggelam dalam tawa berkepanjangan? Haruskah kita menjadi terhina dulu, untuk bisa mengulurkan tangan?….
Sebuah kalimat kontemplatif yang cukup dalam yang menyentuh sisi hati kita selaku umat manusia. Kita diajak merenung bahwa kita layak bersyukur dengan apapun yang diberikan Tuhan untuk kita. Pantang mengeluh, meskipun beban terasa berat dan menyiksa. Kita diajak untuk membagikan kebahagiaan kita, meskipun sebenarnya kita merasa menderita dengan ujian yang sedang diberikan-Nya. Karena dengan membagi kebahagiaan, itu artinya kita sedang menarik magnet kebahagiaan untuk kita sendiri.
-Diambil dari nukilan artikel saya yang berjudul sama, berbagi tak pernah rugi.
Kaki manangel, des09.
Hadi - kompasianer yang sedang belajar berbuat baik terhadap sesama.
 
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment