Sujud Kepada Allah

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:
يَكْشِفُ رَبُّنَا عَنْ سَاقِهِ فَيَسْجُدُ لَهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ فَيَبْقَى كُلُّ مَنْ كَانَ يَسْجُدُ فِي الدُّنْيَا رِياَءً وَسُمْعَةً فَيَذْهَبُ لِيَسْجُدَ فَيَعُوْدُ ظَهْرَهُ طَبَقًا وَاحِدًا
( صحيح البخاري )

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
" Allah subhanahu wata'ala menyingkapkan sedikit cahaya agungNya, maka bersujudlah padanNya semua orang mukmin dan mukminat, maka tersisalah semua yang di masa hidupnya di dunia bersujud bukan karena Allah tapi hanya karena ingin dipuji orang dan ingin menunjukkan amalnya ( bukan sujud untuk ibadah kepada Allah ), maka tegak dan kakulah punggungnya tidak bisa bersujud". ( Shahih Al Bukhari )

ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ الحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ واَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجمَعِ اْلكَرِيْمِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِيْ هَذا الِاجْتِمَاعِ وَفِي هَذِهِ الْمُناَسَبَةِ
Limpahan puji ke hadirat Allah, Maha raja langit dan bumi Yang Maha menguasai kejadian dan menciptakan alam dari tiada hingga alam ini ada dan dipelihara dengan sempurna hingga alam ini berakhir. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ (1) عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ (2) الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ (3) كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (4) ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (5) أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا (6) وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا (7) وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا (8) وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا (9) وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا (10) وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا (11) وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا (12) وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا (13) وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا (14) لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا (15) وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا (16) إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا (17) يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا (18) وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا (19) وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا (20) . ( النبأ: 1-20 )
“ Tentang apa apa yg mereka pertanyakan.., Tentang berita yang besar.., yang mereka perselisihkan tentang ini.., sungguh bukan seperti itu.., kelak mereka mengetahui.., sungguh sungguh bukan seperti itu.., kelak mereka akan mengetahui.., Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan..?, Dan gunung-gunung sebagai pasak penguat..?, Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.., dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?, Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu suatu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukakan langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia ( QS. An Naba’: 1-20 )
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ramainya media yang bertanya dan membincangkan hingga mengguncangkan barat dan timur tentang kapan dan dekatnya hari kiamat, telah dijawab 14 abad yang silam oleh sang maha pemilik alam semesta dan sang maha pencip ta hari kiamat dengan firman-Nya dalam surah An Naba', tentang apa-apa yang mereka pertanyakan kapan terjadinya hari kiamat, tentang kabar yang sangat dahsyat yang mana mereka selalu berselisih pendapat tentang kapan kejadiannya, maka Allah menjawab bahwa mereka semua yang berselisih itu akan mengetahuinya dan sungguh mereka akan merasakannya, percaya atau tidak percaya maka semuanya akan melihat dan merasakan kiamat, jawaban yang membungkam bagi semua yang masih ingin mempertanyakan, apa yang mau dipertanyakan pada sesuatu yang sudah pasti terjadi?, dan yang semestinya dipertanyakan adalah jika hal itu terjadi, apa yang akan kita perbuat. Sebagaimana ditanyakan kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dalam riwayat Shahih Al Bukhari dimana seorang bertanya tentang kapan datangnya hari kiamat, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab " kau bertanya kapan hari kiamat, apa yang telah kau persiapkan untuk hari kiamat ?", engkau sibuk meributkan kapan hari kiamat tiba sehingga lupa jika kiama t itu datang dng apa yang kau persiapkan, maka lelaki itu menjawab: " aku hanya memiliki bekal yang kuandalkan adalah cinta kepada Allah dan RasulNya”, orang yang a risau dengan datangnya hari kiamat maka perbanyaklah orang-orang yang cinta kepada Allah dan RasulNya, i tulah jawaban dari sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena ia akan bersama dengan yang dicintainya. Dan kelak mereka pun akan mengetahuinya tentang hari kiamat itu, bukankah Allah telah menjadikan bumi ini terhampar bagaikan hamparan permadani, ada tumbuhan yang tinggi, ada tumbuhan yang rendah, ada padang pasir dan bebatuan, dan Allah jadikan gunung-gunung sebagai paku-paku pengua t. Dibuktikan oleh para ilmuwan kita bahwa gunung memang paku-paku penguat bagi bumi ini, karena gunung itu sifatnya bagaikan ventilasi agar jika apa yang ada di dalam peru t bumi ini berguncang maka ia akan meledak menghancurkan bumi, namun hal itu tidak terjadi karena guncangan lava itu akan keluar sedikit demi sedikit saja lewat gunung berapi yang meletus itu hingga tidak terjadi kehancuran bumi , dan jika tidak ada gunung niscaya bumi akan hancur sejak dahulu, maka gunung itu Allah jadikan paku penguat bagi bumi. Dan Allah ciptakan manusia berpasang-pasangan, ada yang hidup dan ada yang wafat, ada yang lahir dan ada yang meninggal, ada yang pria dan ada yang wanita, ada yang kaya dan ada yang miskin, ada yang susah dan ada yang senang, ada yang sedih dan ada yang gembira, ada siang dan ada malam, dan tidak ada yang tunggal kecuali Allah subhanahu wata'ala. Dan Allah jadikan malam hari sebagai pakaian, maksudnya Allah tutupi bumi supaya menjadi gelap dan menjadikannya sebagai waktu beristirahat, kemudian Allah menjadikan siang hari sebagai waktu untuk bekerja. Dan firman Allah:
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا
Ditafsirkan juga oleh para mufassirin ( ahli tafsir ), bahwa Allah jadikan malam hari itu sebagai pakaian yaitu terselubungi. Dan sebagian mufassirin mengatakan bahwa malam hari sebagai tempat orang-orang mulia, para al 'arif billah dan para shalihin untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala memakai pakaian suci ketakwaan, maksdunya shalat malam ( shalat tahajjud ) Allah jadikan sanga t mulia di malam hari, dan Allah jadikan siang hari terang benderang untuk bekerja, ada juga yang bekerja di malam hari dan tidur di siang hari, namun Allah jadikan ayat-ayat ini sebagai petunjuk, bagaimana sempurnanya Allah mencip takan alam ini. Allah menjadikan di atas kita tujuh langit yang berlapis, jika para ilmuwan dengan kemampuannya menemukan galaksi-galaksi yang jumlahnya triliyunan, maka bagaimana dengan mereka yang belum menemukan batasnya langit yang pertama, seluas itu mereka temukan bahwa dalam satu galaksi terdapat ra tusan milyar planet, dan bagaimana jika galaksi itu jumlahnya milyaran. Galaksi yang terjauh masih belum dijangkau oleh manusia, dan galaksi yang terdekat butuh waktu 2 juta tahun untuk mencapai cahaya ke bentuknya. Galaksi andromeda yang terdekat dengan bumi 2 juta tahun kecepatan cahaya untuk mencapainya, adapun pemandangan andromeda yang sekarang akan terlihat 2 juta tahun yang akan datang, padahal itu adalah galaksi yang terdekat, maka bagaimana dengan milyaran galaksi yang lainnya dan bagaimana pula dengan galaksi yang terjauh yang itu pun belum ujungnya langit yang pertama, bagaimana dengan firman Allah bahwa Allah jadikan tujuh langit yang kuat?!.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Fahamlah kita bahwa Allah subhanahu wata'ala menjadikan kejadian ini, alam yang dimiliki oleh Allah, yang dibangun oleh Allah telah dijanjikan oleh Allah bahwa akan datang akhirnya, sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala :
إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا، يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا ( النبأ : 17-18 )
" Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu suatu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok”. ( QS.An Naba’: 17-18 )
Terdengar suara sangkakala dan berkumpullah manusia dalam berkelompok dengan kelompoknya masing-masing, semoga aku dan kalian di kelompok sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihin wasallam dan tidak di kelompok yang lainnya. Ya Allah jangan satupun diantara wajah kami terlihat di kelompok yang lain kecuali di kelompok sayyidina Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, amin.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Tujuh langit yang dahsyat itu pun terbelah dan diratakan dengan bumi oleh Allah subhanahu wata'ala untuk dijadikan padang mahsyar dan terbitlah cahaya Allah subhanahu wata'ala. Sebagaimana hadits mulia yang telah kita baca:
يَكْشِفُ رَبُّنَا عَنْ سَاقِهِ فَيَسْجُدُ لَهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ فَيَبْقَى كُلُّ مَنْ كَانَ يَسْجُدُ فِي الدُّنْيَا رِياَءً وَسُمْعَةً فَيَذْهَبُ لِيَسْجُدَ فَيَعُوْدُ ظَهْرَهُ طَبَقًا وَاحِدًا
Ketika semua orang mukmin bersujud kepada Allah, maka di saat itu ada orang yang ketika yang lain bersujud mereka tidak sanggup untuk bersujud. Orang yang besujud di dunia hanya karena ingin dipuji oleh orang lain, bukan karena ibadah kepada Allah, maka kelak di kahirat meskipun mereka ingin bersujud akan tetapi punggung mereka kaku dan tegap bagaikan paku yang keras, dan mereka tidak bisa menunduk apalagi untuk bersujud kepada Allah subhanahu wata'ala. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ، خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ ( القلم : 42-43)
" Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera “. ( QS. Al Qalam: 42-43 )
Hari dimana Allah subhanahu wata'ala menyingkapkan sedikit cahaya keagunganNya, maka bersujudlah semua manusia dan ada diantara mereka orang-orang yang tidak bisa bersujud, mereka hanya tertunduk malu merasa terhina dan tercela karena dahulu ketika di dunia mereka diajak bersujud tetapi mereka tidak mau bersujud.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari, bahwa para sahabat bertanya: " Wahai Rasulullah, apakah kelak kita bisa melihat Tuhan kita"?, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: " betul, sebagaimana kalian melihat matahari jika tidak ada awan apakah matahari itu terlihat jelas?, maka para sahabat menjawab: " tentu sangat jelas wahai Rasulullah", dan Rasul berkata: " bagaimana kalian melihat bulan purnama yang tidak diliputi awan"?, sahabat menjawab: " pasti sangat jelas wahai Rasul", maka Rasulullah berkata: " seperti itulah kalian akan melihat Tuhan kalian". Ketika di mahsyar, di saat manusia dimuntahkan keluar oleh bumi, maka digiringlah orang-orang yang menyembah selain Allah ketika mereka ditanya: " siapakah yang kalian sembah", maka di saat itu muncullah sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah dan mengikuti sesembahannya masing-masing, mereka digiring dan pisahkan dari kelompok yang lainnya. Tersisalah muslimin muslimat dan mereka diberi kemuliaan oleh Allah, dan Allah singkapkan sedikit tabir cahaya keagunganNya, cahaya kewibawaanNya. Dan ketika ditanyakan kepada mereka: " Mengapa kalian masih disini?", sedangkan yang lain telah pergi, maka mereka menjawab: " kami belum berjumpa dengan Tuhan kami", dan ketika ditnya: " apakah kalian ingin melihat Tuhan kalian?", mereka menjawab: " iya, jika Tuhan kami mau menunjukkan keindahanNya kepada kami", maka Allah mengangkat sedikit tabir keagunganNya dan semua pun bersujud, dan tersisa orang-orang yang tidak mampu bersujud. Mereka yang bersujud akan dipersilahkan untuk melintasi jembatan shirat dengan cepat sehingga sampai dan masuk ke dalam surga Allah subhanahu wata'ala karena mereka Ahlussujud, namun mereka yang tidak mampu bersujud dari kelompok pendosa, dan munafik yang jarang sekali bersujud kepada Allah tetapi mereka muslimin ummat sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan tidak menyembah selain Allah, maka mereka akan digiring ke dalam api neraka untuk menghapus dosa-dosa mereka dan setelah itu mereka akan memasuki surga Allah subhanahu wata'ala. Hadirin hadirat, para sahabat bertanya: " Wahai Rasulullah, bagaimana engkau mengenal ummatmu kelak di dalam api neraka?", maka berkatalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: " Aku mengenal ummatku diantara sekian banyak penduduk neraka itu dengan bekas sujudnya", Rasulullah bersabda:
حَرَّمَ اللهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ أَثَرَ السُّجُودِ
" Allah mengharamkan api neraka untuk memakan bekas sujud”
Mereka yang pernah bersujud kepada Allah, bekas sujudnya akan tetap ada dan Allah mengharamkan api neraka untuk membakar anggota sujud, anggota sujud tidak bisa dibakar oleh api neraka, demikian riwayat Shahih Al Bukhari. Semoga dengan mendengar ucapan ini, aku dan kalian termuliakan di hari kiamat kelak dengan kelompok ahli sujud, amin. Maka jagalah shalat kita, karena itu adalah tanda kesetiaan kita kepada cintanya Allah, itulah jawaban cinta kita kepada Allah. Semakin engkau cinta kepda Allah maka engkau akan semakin asyik dalam shalatmu, dan semakin asyik pula Allah menurunkan ketenangan kepadamu.
Hadirin hadirat, jika menemui permasalahan dan kesulitan maka perbanyaklah doa, perbanyaklah ibadah dan dzikir. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا ( الطلاق : 4 )
" Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. ( QS. A tThalaq : 4 )
Kita tidak diizinkan oleh Allah mendengar ayat ini, kecuali Allah telah menyiapkan kemudahan bagi kita untuk segala kesulitan kita dengan niat kita untuk ingin bertakwa kepada Allah subhanahu wata'ala, yang dengan itu semoga Allah membuka kemudahan dari segala kesulitan kita dengan keberkahan ayat itu. Dan Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ( الطلاق : 2-3 )
“ Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. ( QS. A tThalaq : 2-3 )
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا ( الطلاق : 5 )
"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya”. ( QS. A tThalaq: 5 )
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah limpahkan untuknya rizki yang luas dari sesuatu yang tidak ia bayangkan sebelumnya, dan Allah limpahkan kemudahan baginya, Allah menjadikan permasalahan yang sulit menjadi mudah, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah hapuskan dosa-dosanya dan Allah melipatgandakan pahalanya, Rabbi limphkanlah semua ini kepada kami Ya Allah.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Para shalihin, para wali-wali Allah dan para kekasih Allah mereka selalu menyiapkan dirinya untuk berpindah ke alam barzakh dengan persiapan yang matang. Seseorang jika ingin berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain, ia akan membeli kardus untuk bersiap-siap jauh sebelum berpindah. Dan kita akan berpindah ke alam yang abadi, kapan dan bagaimana persiapan kita untuk pindah ke alam barzakh, karena kita semua akan berpindah. Bumi ini bukan milik kita dan bukan rumah kita, di bumi ini tidak ada yang abadi, maka apa yang telah kita persiapkan untuk kehidupan kita kelak di alam barzakh.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diantara perbuatan para salafussalih, perbuatan mereka adalah memperbanyak dzikir dan memperbnyak ibadah. Seperti mereka membeli kain kafan kemudian mereka memakai kain kafan itu sebagai sajadahnya, jadi nanti jika dikafanai dengan kain kafan itu sudah ada keberkahan dengan ibadah dan dzikirnya, sebagian dari mereka sudah menggali kuburan dan mereka membaca Al qur'an di kuburnya itu. Sebagaimana sayyidah Rabi'ah Al 'Adawiyah Alaiha rahmatullah, seorang wali Allah dari kaum wanita yang termasyhur, beliau menghatamkan 7000 kali Al qur'an di dalam kuburnya sebelum ia wafat, ketika sampai kabar ini kepada Al Habib Musthafa Al Muhdhar 'alaihi rahmatullah maka ia pun menghatamkan Al qur'an 8000 kali di dalam kuburnya, demikian keadaan para shalihin. Mereka selalu berdoa untuk ummat, sebagian mereka tidak terlihat di atas mimbar, sebagian hanya diam saja, namun mereka terus berdoa memohonkan ampunan dan hidayah untuk ummat, dan mereka lah paku-paku penjaga datangnya musibah kepada ummat, semakin sedikit para shalihin maka semakin banyak musibah yang akan datang, karena semakin sedikit para pendoa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda riwayat Shahih Al Bukhari:
يَذْهَبُ الصَّالِحُوْنَ , الأَوَّلُ فَاْلَأوَّلُ , وَ يَبْقَى حَفَالَة كَحَفَالَةِ الشَّعِيْرِ وَ التَمْرِ , لَا يُبَالِيْهِمُ اللهُ باَلَةً
Satu persatu orang-orang shalih itu wafat dan meninggalkan bumi, dan jika tidak ada lagi shalihin maka tersisalah bekas atau sampah yang tidak berarti di mata Allah yang mana Allah tidak lagi memperdulikan keadaan mereka. Al Imam Ibn Hajar Al 'Asqalani berkata di dalam kitab Fathul Bari bisyarah Shahih Al Bukhari bahwa maksud hadits ini adalah bahwa para shalihin itu selalu berdoa untuk memohon rahmat kepada Allah maka Allah pun menyayangi ummat yang ada di sekitar mereka karena selalu didoakan, tetapi jika para pendoa kepada Allah telah tiada, dan orang-orang yang cinta dan rindu kepada Allah telah sirna, majelis-majelis dzikir semakin sedikit atau bahkan sirna, maka tidak ada lagi yang Allah perdulikan karena tidak ada lagi yang menyeru Allah , dan Allah biarkan saja musibah atau kenikmatan yang terjadi kepada mereka karena tiada lagi yang peduli dengan Allah.
Hadirin hadirat, telah wafat Al 'arif billah Al Habib Ali bin Ja'far Al 'Aidarus 'alaihi rahmatullah, beliau adalah teman seperguruan dari wali quthub Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad As Saggaf , ayah beliau Al Habib Ja'far Al 'Aidarus adalah guru daripada Al Habib Abdurrahman As Saggaf. Tepat setelah 40 hari wafatnya Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad As Seggaf, maka Al Habib Ali bin Ja'far Al 'Aidarus wafat di Batu Pahat Johor Malaysia. Beliau adalah seorang yang sangat rendah diri dan tawadhu', dan saya dulu sering berkunjung ke rumah beliau dan rumah beliau kecil, yang tidak menampung 30 orang, setengah ruang tamu telah dipenuhi botol yang berisi air untuk meminta doa beliau, dan setengah ruang tamu lagi dipenuhi oleh orang yang berziarah kepada beliau. Dan 2 hal yang paling menonjol dari budi pekerti beliau yaitu, ketika ada tamu yang datang di waktu makan maka ia tidak akan diizinkan pergi kecuali makan terlebih dahulu, dan tamu selalu yang dimintai doa, beliau jarang sekali mau berdoa tetapi justru beliau meminta tamunya yang berdoa dan jika tidak mau berdoa maka ia tidak akan diizinkan untuk pulang, demikian akhlak Al Habib Ali bin Ja'far Al 'Aidarus . Hadirin hadirat, semua para al 'arif billah khususnya para habaib ki ta jika mereka ke Malaysia mereka pasti berkunjung ke Malaysia pasti mereka berkunjung ke Batu Pahat kediaman Al Habib Ali bin Ja'far Al 'Aidarus diantara mereka adalah As sayyid Muhammad bin Alwy Al Maliki, Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad 'alaihi rahmatullah, Al Habib ibn Hasan As Syathiri , Al Habib Salim bin Abdullah As Syathiri, Al Habib Zein bin Ibrahim Sumaith Madinah, dan guru mulia kita Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad Al Hafizh, mereka semua jika ke Malaysia pasti berkunjung kepada Al Habib Ali bin Ja'far al 'Aidarus. Beliau adalah seorang al 'arif billah yang tidak ketahuan, yang banyak berdoa dan bermunajat, dan jasa beliau sangat besar bagi Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Di awal-awal guncangan dakwah dia awal tahun 2002 di saat itu saya sering berkunjung kepada beliau, dan saya berkata dalam hati bahwa saya mempunyai hutang besar sedangkan saya tidak mampu membayar hutang, dan hutang terus menumpuk dan kemudian saya datang kepada Al Habib Ali untuk mengadu dan memohon doa supaya saya bisa menyelesaikan hutang saya, dan ketika saya datang tamu juga sangat ramai maka saya tidak jadi berbicara dan saya diam saja, dan setelah saya keluar dari rumah beliau saya katakan di dalam hati : " Wahai Allah, hutang saya kutitipkan kepada Al Habib Ali bin Ja'far Al 'Aidarus, karena saya tidak mampu lagi untuk menanggungnya", maka Al Habib Ali memanggil salah seorang yang keluar bersama saya dan berbicara 4 mata bersama beliau, maka orang itu datang kepada saya dan bertanya: " kamu punya hutang ya?", saya berkata: " bagaimana anda tau?", dia menjawab: " tadi Al Habib Ali memanggil saya dan mengatakan bahwa kamu punya hutang dan beliau meminta saya untuk melunasi hutang kamu semuanya", Subhanallah. Di saat hampir hancurnya Majelis Rasulullah beliau lah yang mendukung kita dengan doa dan munajatnya. Dan pada hari Kamis sore tanggal 13 Mei 2010 beliau wafat, tepat 40 hari setelah wafatnya Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad As Saggaf, dan malam ini kita akan melakukan shalat ghaib untuk beliau, dan jamaah yang tidak punya wudhu' maka cukup berdiri saja dan ikut berdoa, dan yang ada wudhu' ikut yntuk shalat ghaib, seperti biasa tidak perlu mundur bershaf-shaf karena shalat jenazah tidak ada rukuk dan sujudnya.
Mari kita bermunajat kepada Allah subhanahu wata'ala semoga Allah menjaga para shalihin kita, menjaga usia mereka, mereka para pendoa siang dan malam, para pendukung dakwah yang tidak terlihat, mereka bermunajat dengan air mata di malam hari terus membantu dakwah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sehingga dakwah menjadi maju dan terus maju, tanpa diketahui justru karena keberkahan doa merekalah yang membuat kemajuan dakwah.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Semoga Allah menjaga para shalihin, para ulama' kita dan para orang tua kita, Allah panjangkan usia mereka, Allah berikan kesembuhan dan 'afiyah untuk mereka, dan semoga Allah menjaga permukaan bumi yang semkin hari semakin sepi dengan dari para shalihin, beban semakin berat, karena beban dakwah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam diwariskan kepada para shahabat dan merupakan beban yang sangat berat dan dipikul beramai-ramai, dan jika satu wafat maka beban akan semakin berat bagi yang lainnya, demikian dari zaman ke zaman hingga zaman sekarang ini, para shalihin dan para pejuang dakwah yang betul-betul memangku dakwah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, jika satu mata rantai terlepas maka akan mulai berguncang dan beban semakin berat bagi yang lainnya. Kita bermunajat agar Allah munculkan generasi shalihin, generasi ahli dzikir, generasi para wali Allah, generasi para ulama', generasi yang berakhlak mulia, semoga Allah memakmurkan mejelis-majelis dzikir dan menyingkirkan musibah, dijauhkan dari segala bencana alam di seluruh wilayah muslimin di barat dan timur,,
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Selanjutnya kita membaca tahlil singkat kemudian shalat ghaib dan doa oleh Al Habib Sofyan Basyaiban.
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment