Apa dan Kenapa Cek Up Pra Nikah




Memasuki bulan keempat di tahun 2011 ini banyak pasangan yang sudah melangsungkan pernikahan. Di sisi lain pasangan yang baru mulai merencanakan hari  bahagia mereka juga mulai banyak. Pada umumnya pasangan yang akan menikah akan disibukkan dengan berbagai hal terkait resepsi pernikahan mereka mulai dari undangan, katering, gedung, dan sebagainya. Sayangnya, sangat sedikit dari pasangan itu yang ingat untuk memeriksakan kesehatan mereka sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Setiap calon pengantin wajib mengajukan pertanyaan apakah mereka dalam kondisi sehat kepada diri mereka sendiri. Hal ini perlu dilakukan sebab pernikahan adalah suatu ikatan yang bertujuan untuk menghasilkan keturunan.  Karena itu pemeriksaan kesehatan sesungguhnya merupakan hal yang tak terelakkan.

Lantas,  apa saja yang harus diperiksakan sebelum menikah? Pemeriksaan laboratorium apa saja yang harus dilakukan?

Pemeriksaan lab pranikah yang dapat dilakukan para pasangan yang akan menikah antara lain pemeriksaan darah perifer lengkap (DPL) yang meliputi pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, lekosit, trombosit, pemeriksaan morfologi eritrosit, laju endap darah (LED), dan hitung jenis. 

Baik untuk calon pengantin perempuan maupun laki-laki, data DPL ini sangatlah penting. Hb yang rendah perlu dievaluasi untuk mengetahui apakah sang calon mempelai mengidap Thalasemia atau tidak. Walaupun jarang terjadi, penyakit ini dapat diturunkan kepada anak-anak mereka.

Selain itu hemoglobin yang rendah pada calon ibu akan berdampak buruk,  baik bagi kesehatan ibu atau janinnya jika terjadi kehamilan nantinya. Mengingat faktor keturunannya yang dominan, beberapa laboratorium menambah paket skrining untuk pemeriksaan penyakit Thalasemia ini.

Pemeriksaan golongan darah dan pemeriksaan rhesus juga penting untuk memprediksi kemungkinan golongan darah serta rhesus anak dari hasil perkawinan tersebut. Sementara pemeriksaan urin rutin diperlukan untuk melakukan skrining apakah ada kemungkinan terjadi gangguan pada ginjal.

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan yaitu pemeriksaan virus Hepatitis B dengan pemeriksaan HbSAg. Seperti kita ketahui kejadian Hepatitis B kronis cukup tinggi, yakni mencapai 10 persen pada masyarakat Indonesia. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual dan hubungan erat dan dekat.

“Ibu penderita HbSAg positif selain berpotensi menularkan Hepatitis kepada suaminya juga bisa menularkan kepada anaknya. Saya menemukan beberapa kasus usia muda baru beberapa tahun menikah sudah menderita pengerasan hati akibat perjalanan penyakit dari Hepatitis kronis. Pengerasan hati merupakan faktor resiko bagi seseorang untuk mendapatkan anak. Karena itu pemeriksaan skrining HbSAg pranikah menjadi penting, apalagi pada seseorang dengan riwayat sakit kuning sebelumnya atau dengan keluarga yang menderita sakit kuning, bahkan sudah diketahui menderita Hepatitis kronis,” terang dr Ari F. Syam, SpPD, ahli penyakit dalam dari FKUI/RSCM.

Di samping pemeriksaan yang sudah disebutkan di atas, ada pula pemeriksaan laboratorium yang hanya khusus ditujukan bagi perempuan yaitu pemeriksaan TORCH yang merupakan antigen G dari Toxoplasma, Rubella, dan Cytomegalo virus. Identifikasi penyakit ini penting agar para pasangan cepat mendapatkan keturunan setelah pernikahan.

Secara khusus bagi para pengguna Narkoba, terutama pengguna jarum suntik, pemeriksaan virus HIV dan hepatitis C juga penting. Khusus untuk pemeriksaan HIV perlu berkonsultasi dulu dengan dokter.

Pemeriksaan kesehatan pranikah merupakan hal yang penting sebab melalui pemeriksaan laboratorium para calon pengantin dapat mengidentifikasi berbagai kelainan yang bisa saja secara fisik tidak tampak karena tidak adanya keluhan. Semoga pernikahan yang diidam-idamkan oleh semua pasangan calon pengantin akan berakhir dengan kebahagiaan, bukan bencana, akibat alpa melakukan pemeriksaan pranikah. (elwee)
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment