Cerdas Emosi Moral dan Sosial

Memerankan tokoh dalam drama serupa empati dari sudut pandang orang lain. Perpaduan berbagai ungkapan emosi dengan kepekaan rasa, itulah akting. Nilai kehidupan yang nyata ditransformasi menjadi kehidupan pentas yang simbolis. Proses drama adalah proses empati. Perwujudan nilai yang digagas insan drama direspon audiens dengan empati, kata Dr.Sukanta, dosen FPBS UPI. Jika sejak dini anak diajari drama, mereka akan terbiasa mengolah bahasa ungkap dan kepekaan. Format kerja drama sangat efektif untuk mengembangkan aspek empati, dll.
Kecerdasan sosial terkait kecerdasan emosional dan moral dalam interaksi sosial. Kecerdasan sosial yang hanya mengadaptasi mekanisme sosial hanya menjadi perilaku semu. Tawar. Kamuflatif. Pragmatis, penuh muslihat. Ancaman bagi kemanusiaan. Kecerdasan sosial sejati mencakup fasilitas sosial, kesadaran sosial dan kecerdasan emosional. Bahasa nonverbal akan terlihat tulus, jujur dan ikhlas. Pesan mudah sampai ke lawan bicara.
Empati & membawa diri. Kepribadian nan hebring ..
Retorika dalam bahasa verbal harus selaras dengan tindakan dan perasaan. Kecerdasan sosial tanpa kecerdasan emosional terkesan kamuflatif ( mengelabui lawan bicara ). Kecerdasan sosial tanpa kecerdasan moral menjadi tanpa makna. Tak ada substansi moral yang diperjuangkan. Pahami dan gunakan esensi dasar dalam berkomunikasi, yaitu empati.
Empati adalah inti kecerdasan sosial, emosional dan moral. Empati perlu terus dikembangkan pada anak hingga membentuk kepribadian mulia. Emosi, kepekaan dan akting yang diolah dalam kegiatan drama, akan membantu seseorang tampil baik di depan orang lain. Empati segitiga digunakan dalam nilai dramatik dan presentasi drama untuk mewujudkan empati penonton.
Guru harus memiliki kompetensi di bidang drama, seni lainnya, atau sadar pentingnya pendekatan seni. Jika sumber daya guru seperti ini terbatas, guru bisa berperan sebagai manajer dalam kegiatan mengajar drama ( empati ) pada anak. ( disarikan dari tulisan Wakhudin/ PR, 28/10/2010 )
Peristiwa miris antara anggota dewan dengan TKW terlantar di bandara Abu Dhabi tempo hari, semoga tak terjadi lagi ( termasuk anggota dewan berikutnya ). Mengapa tenaga kerja Filipina bisa diantar dan disambut bak pahlawan ? Diperlakukan dengan hormat. Diperjuangkan nasibnya. Dijaga harga dirinya, ketika bermasalah dengan majikan asingnya. Pahlawan devisa made in Indonesia ( sebagian yang malang ) ditipu, diperas, disiksa dan digunting bibirnya ( seperti terjadi pada Sumiati ). Sekeluar rumah majikan,  kembali ke tanah air/ kampung halaman, dilepas begitu saja tanpa perlindungan dari predator2 yang mengintai ( anda tanyakan empati para stakeholder-nya ? Mengapa Filipina bisa, kita tidak ? )
Saling jaga dan bantu sesama warga negara Indonesia di luar negeri. Mulailah berempati ..
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment