KORPRI dan Profesionalisme

"Kalau KORPRI mau dikatakan profesional, buktikan adanya manfaat yang dapat dirasakan dari organisasi KORPRI. KORPRI tidak dilihat dari besar kecilnya jumlah anggota, namun akan dilihat pengaruhnya yang kuat bagi anggota dan negara." Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Dr. Bambang Setiadi di hadapan sekitar 150 Dewan Pengurus KORPRI (Korps Pegawai Republik Indonesia) pada acara Roundtable Discussion "Memantapkan Eksistensi dan Peran KORPRI di Masa Depan" di kantor Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara,

Tidak sebagaimana biasanya, Kepala BSN yang selalu berbicara mengenai standardisasi, kali ini Dr. Bambang Setiadi berbicara mengenai organisasi yang selama ini diidentikkan dengan organisasinya Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bukan sembarang berbicara mengenai KORPRI. Beliau lah salah satu orang yang turut mengembangkan KORPRI sehingga eksistensinya masih dirasakan hingga saat ini.

Terutama pada saat KORPRI mengalami pasang surut, gelombang aral merintang yang sempat menggoyahkan kedudukan KORPRI, bahkan ada pimpinan instansi pemerintah yang saat itu sempat mempertanyakan manfaat KORPRI sehingga "memaksa" PNS nya untuk tidak menjadi anggota KORPRI, beliau dengan hati yang tulus berhasil meyakinkan pimpinan untuk tetap mempertahankan kedudukan KORPRI.

Selain itu, beliaulah yang menjadi Ketua Tim Juri Pembuatan Seragam KORPRI yang digunakan saat ini. Seragam KORPRI dengan warna dominan hijau muda yang dipakai sekarang, mengandung spirit tersendiri. Warna hijau diidentikkan dengan warna pantai di Indonesia, yang jika dilihat dari udara, sangatlah indah. Penetapan design baju KORPRI dilalui setelah melalui perlombaan design yang diikuti oleh 150 peserta, dengan juri-juri ternama seperti Poppy Dharsono, Adjie Notonegoro, serta dosen-dosen Institut Teknologi Bandung (ITB).

Oleh sebab itu, Bambang Setiadi mengingatkan bahwa eksistensi KORPRI tidak hanya dirasakan saat ini, namun hal ini sudah berjalan lama dan terjal jalannya. Menjadi tanggung jawab bagi pengurus KORPRI sekarang untuk memperjuangkan peranan dan eksistensi KORPRI yang lebih baik. Bambang Setiadi pada kesempatan ini menyampaikan usulan yang dapat dibahas dalam Musyarawah Nasional (Munas) KORPRI mendatang. Usulan yang beliau sampaikan adalah : Perlunya pembangunan rumah sakit PNS, Transparan DIPA yang boleh dibaca siapa saja, pemikiran KORPRI tentang pemerintahan, pemikiran strategis tentang politik, kementerian strategis diserahkan ke profesional, serta tingkatkan peran litbang KORPRI.

Diskusi yang berakhir hingga tengah hari itu, berlangsung hangat. Para peserta pada umumnya menyampaikan usulan tentang pentingnya peningkatan peran dan kesejahteraan anggota KORPRI. Sebagian besar sependapat jika kesejahteraan dapat diwujudkan melalui berbagai alternatif cara, baik melalui yayasan, pemberian kemudahan bagi para pensiunan PNS seperti potongan harga menginap di hotel atau penggunaan alat transportasi umum, maupun membangun rumah sakit PNS.

Diskusi juga diisi dengan penandatanganan MoU antara KORPRI dengan Persatuan Advokat Indonesia (PERADI) dan KORPRI dengan Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPA NAS), yang disaksikan secara langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Bapak Taufik Effendi. (dnw)
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment