Indonesia dan Ekonomi Kerakyatan

Faktor Pembangun Ekonomi
Sejarah manusia sudah panjang sedangkan era pertumbuhan ekonomi baru dewasa ini dikenal. Salah seorang pakar ekonomi W.W. Rostow mengemukakan teori yang membagi pertumbuhan ekonomi menjadi beberapa tahapan yang salah satunya adalah lepas landas yang merupakan analogi pesawat terbang yang baru bisa terbang jika telah mencapai suatu kecepatan kritis.
Setiap Negara memiliki konsep lepas landas yang berbeda-beda. Hal tersebut di dorong oleh sektor-sektor utama seperti pasaran ekspor yang berkembang cepat atau suatu industri yang dapat mencapai skala profit yang besar. Begitu proses tersebut berkembang maka terjadilah proses pertumbuhan swasembada yang menuju tahapan lepas landas. Pertumbuhan akan menghasilkan laba, laba direinvestasikan, modal dan produkstivitas serta pendapatan perkapita akan melesat ke depan. Pembangunan ekonomi pun sudah di memulai.
Ada empat faktor yang menunjukan kemajuan ekonomi suatu negara, keempat faktor tersebut adalah:
  • Sumber daya manusia
Peningkatan terhadap kualitas sumber daya manusia sering dilakukan dengan cara peningkatan kesehatan dan pendidikan. Dengan adanya jaminan kesehatan seseorang akan lebih dapat bekerja lebih produktif serta dalam peningkatan gizi akan menciptakan generasi mendatang yang lebih berkualitas.
Pendidikan merupakan hal utama yang dilihat sebagai indikator kemajuan suatu negara. Dengan tingginya kualitas pendidikan suatu negara maka tingkat kemajuan teknologi juga tinggi karena penririkan akan berdampak pada teknologi. Selain itu ketersediaan tenaga kerja bisa menarik minat investor untuk menanamkan modal. Salah satu kondisi penting untuk mensukseskan pembangunan adalah pemanfaatkan tenaga kerja secara baik.
  • Sumber daya alam
Sumber daya alam adalah bahan baku yang akan diolah menjadi barang hasil produksi yang memiliki fungsi guna yang berbeda-beda. Ketersediaan bahan baku menjadi salah satu persyaratan mutlak karena jika ketersediaan bahan baku sedikit maka akan berpengaruh terhadap minat investor yang ingin menanamkan modalnya. Indonesia memiliki ketersediaan akan sumber daya alam yang besar dan hal tersebut adalah modal awal dan sekarang tinggal pengolahannya saja.
  • Pembentukan modal
Suatu Negara biasanya akan menyisihkan pendapatan negara dari berbagai sektor yang akan digunakan sebagai investasi modal yang digunakan utuk proyek-proyek pembangunan ekonomi. Sebagai Negara berkembang masih menyisakan masalah yaitu masih terlalu kesilnya investasi modal karena tingkat konsumsi yang tidak berimbang dalam masyarakat.
Di Negara maju sekitar 15% sampai 25% pendapatan disisihkan untuk akumulasi modal.namun bagi Negara miskin hanya sekitar 5% saja yang dapat disisikan sebagai modal. Jadi sekarang apakah Indonesia mampu menyisikan pendapatan negaranya sekitar 10% ?. jawaban atas hal tersebut rasanya bukan tidak mungkin karena perekonomian Indonesia sedang dalam track record terbaiknya.
  • Tingkat teknologi dan inovasi
Dari ketiga faktor yang sudah disebutkan sebelumnya masihterdapat faktor yang tidak kalah pentingnya yaitu tingkat teknologi dan inovasi. Dalam masalah ini Negara berkembang memiliki potensi yang menguntungkan karena bisa mencontoh dari Negara yang maju yang memiliki tingkat teknologi dan inovasi. Namun dengan syarat terdapat sumber daya manusia yang berkualitas.
Telah dipahami bahwa terdapat empat faktor yang menjadi pilar pembangunan ekonomi namun itu semua masih belum merupakan jawaban bahwa Negara tersebut akan berkembang cepat dan inilah komponen yang bisa dijadikan acuan dalam pembangunan suatu Negara.
Ekonomi Kerakyatan Indonesia
Ekonomi kerakyatan merupakan langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produktivitas barang dan juga mengurangi pengangguran dan membuka lapangan kerja baru. Selain itu juga pemerintah juga ikut menyediakan pinjaman modal kepada pelaku UKM serta memberikan pelatihan keterampilan.
Kreativitas dan inovasi adalah keharusan karena barang hasil produksi dapat bersaing di pasar karena barang tersebut berbeda. Namun yang tidak kalah pentingnya juga adalah bagaimana agar usaha tersebut tetap dapat eksis berdiri meskipun mengalami keterpurukan.
Meskipun tujuan dari ekonomi kerakyatan baik tetapi sekarang kita mesti melihat keadaan masyarakat. Di Indonesia masalah utama yang dihadapi adalah kreatifitas dan modal. Keduanya merupakan penghambat bagi seseorang untuk merintis uasaha. Selai itu tingkat konsutif yang tinggi oleh masyarakat namun tak dibarengi oleh tingginya produktivitas barang dalam negeri.
Bagi setiap unit usaha dari semua skala dan disemua sektor ekonomi, era globalisasi dan pasar bebas disatu sisi memberikan banyak kesempatan namun juga memberikan banyak tantangan jika tidak dapat menghadapi dengan baik yang akan berubah menjadi ancaman. Bentuk kesempatan dan tantangan yang muncul tentu akan bebeda menurut jenis kegiatan ekonomi yang berbeda.
Globalisasi juga memperbesar ketidakpastian terutama karena semakin tingginya mobilitas modal, manusia, dan sumber daya produksi lainnya serta semakin terintegrasinya kegiatan produksi, investasi dan keuangan antarnegara yang antara lain dapat menimbulkan gejolak ekonomi suatu wilayah akibat pengaruh langsung dari keidakstabilan ekonomi di wilayah tersebut.
sumber :  http://ekonomi.kompasiana.com
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment