Bunga Gardena - Ceplok Piring

Gardenia (Gardenia augusta) atau lebih dikenal dengan kacapiring banyak ditanam sebagai tanaman hias di pot atau sebagai tanaman pagar.
Aroma bunganya harum dan khas. Bunganya pun indah, bentuknya mirip bunga mawar dengan tajuk-tajuk melingkar dan bersusun. Warna bunganya putih dan kuning. Daunnya berbentuk oval, tebal, licin dan mengilap pada permukaan telapak daun bagian atasnya.

Tanaman ini diperkirakan berasal dari Cina atau Jepang, namun sudah lama tumbuh di Indonesia. Selain di halaman rumah, tanaman satu ini juga layak ditanam di halaman kantor, taman-taman, maupun di pinggir jalan sebagai tanaman hias.
Aslinya, ia merupakan tanaman pelindung, sehingga tak heran bila gardenia juga mudah tumbuh liar di alam terbuka.
Kini, jenisnya makin banyak, dari yang berdaun kecil-daun besar, berbunga kecil-bunga besar, bahkan sekarang ada yang berbunga dobel.
Awalnya, malah hingga sekarang, warnanya didominasi warna putih, tetapi sekarang ada juga yang berwarna kuning.

“Ada juga gardenia yang warna bunganya dari putih ke kuning. Jadi, ketika muda berwarna putih, lama kelamaan jadi kuning,” kata Ir. Slamet Budiarto, Manager Operasional Godong Ijo, Sawangan, yang juga mengembangkan berbagai jenis gardenia.

Rajin Berbunga
Gardenia sebetulnya termasuk jenis tanaman pelindung yang besar. Tak heran jika ia memiliki tajuk yang lumayan rapat.
Tingginya bisa mencapai 5 meter di alam terbuka. Namun, jika kita tanam gardenia ketika kecil, kemudian sering dipangkas, gardenia bisa juga menjadi semacam semak pendek, dengan tinggi 1-1,5 meter.
Gardenia juga indah ditanam di taman maupun pot karena memiliki daun yang rimbun (kompak) begitupun dengan bunganya.
“Jadi, selain bisa menjadi pohon peneduh, ia juga layak ditanam di pot (pot plant),” lanjut Slamet. Tanaman ini berdaun tunggal, dengan daun berbentuk lonjong-bulat telur atau memanjang.

Lebih Baik di Tempat Terbuka
Gardenia dapat tumbuh subur di tempat-tempat terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Juga cocok ditanam di daerah yang tingginya sekitar 400-600 meter di atas permukaan laut.
Seandainya ditanam di tempat yang agak terlindung, kendati masih bisa hidup dan berbunga, namun hasilnya tidak sebaik di lokasi yang terbuka.

Bunga gardenia dari jenis berdaun besar hanya mampu tahan 2 hari. Cuma, kata Slamet, pada saat mereka berbunga serempak, tampilannya sangat eksotis dan putih merata. “Meski cuma tahan 2 hari, ia bisa terus menerus berbunga silih berganti, bahkan di musim hujan sekalipun. Biasanya, jenis tanaman yang membutuhkan panas penuh tidak berbunga pada musim hujan, tapi gardenia tidak. Ia tetap bisa berbunga di musim hujan,” lanjut Slamet.

NPK Seimbang
Perbanyakan gardenia yang paling umum adalah dengan cangkok, tapi bisa juga dengan cara stek dan okulasi. Karena sebenarnya merupakan tanaman jenis peneduh, maka ketika ditanam di pot, ia membutuhkan media tanam yang cukup berat.

“Media tanamnya merupakan campuran tanah merah, arang sekam, cocopeat, ditambah sedikit pupuk kandang. Perakarannya sangat cepat, jadi kalau kita menggunakan media yang sangat remah, pada saat musim kemarau harus sering-sering menyiram, apalagi kalau potnya kekecilan. Sebaiknya pilih pot yang cukup besar dibanding tajuknya,” kata Slamet.

Meski begitu, secara umum perawatan gardenia relatif mudah. Penyiraman cukup dilakukan sekali sehari, yakni setiap pagi. Pemupukan bisa dilakukan sebulan 2 kali dengan NPK seimbang. Sesekali (10 hari sekali) perlu diberi insektisida dan fungisida untuk mencegah hama yang menyerang.

“Hamanya enggak banyak, kok, paling hanya ulat dan kutu putih. Kutu putih ini akan berkembang biak dengan baik di daerah lembab atau terlalu rimbun, atau jika gardenia ditanam di bawah naungan pohon lain. Kalau ditanam di areal terbuka, hama tidak akan banyak menyerang,” lanjut Slamet.
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment