Catatan Berharga Dari Petani Lengkeng


2 tahun yang lalu saya membaca sebuah artikel di majalah Trubus yang mengabarkan bahwa ada varietas lengkeng dataran rendah yang memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan dengan diamond dan pingpong. Diamond dan pingpong sudah lebih dulu meramaikan pasar bibit buah di Indonesia. Kedua jenis itu mendapat sambutan pasar yang luar biasa. Dalam kurun waktu kurang dari 15 tahun dua varietas itu mampu mengisi lahan-lahan buah di hampir penjuru Indonesia.

Seiring dengan persebaran yang cepat berbagai tanggapan mengenai 2 jenis lengkeng itu pun bermunculan. Banyak keunggulan darinya, tapi tidak sedikit pula kelemahan dari 2 jenis ini. Tanpa saya tulis disini pun para pecinta tanaman lengkeng sudah dapat membuat daftar kelemahan dari 2 jenis ini. Dari membaca artikel 2 tahun silam saya mencoba berburu 2 jenis ini, belum sampai mendapatkan target buruan, perburuan saya berhenti. Disamping modal yang cepak juga dikarenakan sulitnya mendapat informasi tentang keberadaan lengkeng jenis Puang Rai ini. Kalaupun saya temukan tempatnya sangat jauh dari tempat tinggal saya. Ditambah pesimisme dari penangkar lengkeng yang saya temui disekitar wilayah Semarang. Rata-rata mereka mengatakan varian ini belum tentu membuahkan hasil yang Lebih baik dari pingpong dan diamond. Akhirnya pencarian saya berhenti waktu itu.

Baru saat menjelang lebaran tahun 2008, saat saya berkunjung di temapat penangkaran pingpong dan diamond di Kabupaten Semarang saya temukan varian ini. Meskipun mahal saya pikir tidak masalah, toh membayar mimpi dari sebuah keinginan memang kadang harus mahal. 4 tanaman yang baru saja tumbuh dari hasil grafting saya beli, daun pupusnya masih merah. Tak apalah yang penting saya punya tanaman ini dulu

Perasaan gamang kembali muncul ketika muncul pemikiran baru, kalau saya menunggu kelebgkeng setinggi 30 cm ini untuk berbuah butuh berapa waktu lagi ? akhirnya dengan bentuan teman aku coba untuk melakukan perburuan Puang Rai. Kali ini yang menjadi target adalah yang sudah siap berbuah. Dengan merogoh kocek lumayan besar untuk ukuran saya, saya beli bibit Puang Rai senilai ratusan ribu dengan tinggi pohon hanya 1, 25 m. menurut penangkar lengkeng ini pernah berbuah dan baru dipetik buahnya sebulan yang lalu. Meski sebenarnya oleh penangkar yang tinggal di kabupaten semarang wilayah selatan, tanaman ini sebenarnya tidak akan dilepas karena sudah ditanam di tanah. Apalagi tanaman ini pernah berbuah dalam ukuran kecil. Masih menurut penangkar meski baru berbuah pertama kali keunggulan dari tanaman ini sudah dapat dilihat. Biasanya untuk pingpong dan diamond pada masa buah pertama kali daging buah tipis dan manisnya yang kurang. Tapi Puang Rai memang benar benar hebat ketebalan daing buah tidak diragukan dan rasanya manis. Ukuran buahnya juga tidak kalah karena hamper mendekati ukuran pingpong. Lengkeng yang unggu pikirku saat itu.

Kendala muncul lag i ketika tanaman yang saya beli tadi tidak menunjukkan tanda-tanda munculnya tunas baru setelah saya tanam selama lebih dari 2 bulan. Tidak seperti biasanya jika saya menanam tanaman lengkeng biasanya stress akibat pindah lahan biasanya tidak terlalu lama. Tapi untuk satu jenis ini hamper 2 bulan tidak menunjukkan tanda-tanda munculnya tunas baru. Penantian itu akhirnya berujung ketika bakal tunas yang warnanya coklat mulai menunjukkan perubahan warna menjadi hijau. Subhanallah, ketika muncul tunas baru ternyata luar biasa. Lebih dari 10 batang tunas baru muncul disepanjang dahan Puang Ray. Syukur pada Tuhan, akhirnya penantian itu berujung.

Saya mulai berangan-angan jika aku bisa mengembangkan sendiri Puang Rai maka teman-teman yang berminat menanam lengkeng puang rai tidak perlu mencari sampai ke tempat yang jauh. Saya berpikir kalau saya bias mengembangkan 10 batang dengan grafting pada setiap bulannya maka dalam setahun saya akan punya 120 puang rai. Itu baru dari 1 tanaman. Jika 4 tanaman yang saya beli sebelumnya sudah mampu menyumbangkan entras maka akan lebih banyak lagi puang rai yang akan menambah koleksi tanaman lengkeng di kebun.A
 

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment