Radikal Bebas dan Jambu Merah

JAMBU biji sangat digemari anak-anak terutama di daerah pedesaan. Biasanya sehabis bermain sepak bola bersama, mereka mencari buah jambu, bahkan kadang  mengambil tanpa izin dari pemiliknya untuk menghapus rasa dahaga dan mengembalikan stamina.

Tapi tahukah bahwa jambu biji (Psidium guajava) adalah tanaman tropis yang berasal dari Amerika Tengah dan Brazil. Pohon buah ini disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Jambu biji merupakan salah satu produk hortikultura yang termasuk komoditas internasional.

Lebih dari 150 negara telah membudidayakan jambu biji, di antaranya Jepang, India, Taiwan, Brazil, Australia, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Buah jambu biji unggulan Indonesia adalah jambu biji merah.
Pohon jambu biji merah merupakan tanaman perdu yang banyak bercabang, tanaman dapat tumbuh baik di daerah rendah maupun daerah tinggi, pohon jambu dapat mencapai tinggi 12 meter dan besar buahnya bervariasi dari yang berdiameter 2,5 cm sampai lebih dari 10 cm.

Jambu biji yang digemari masyarakat umumnya yang berdaging lunak, tebal dan berwarna merah, rasanya manis dan segar, berbiji sedikit dan buahnya berukuran besar.
Jambu biji merah mengandung berbagai zat yang dapat digunakan sebagai obat. Menurut Parimin (2007), dalam 100 g jambu biji masak segar terdapat 0,9 g protein, 0,3 g lemak, 12,2 g karbohidrat, 14 mg kalsium, 28 mg fosfor, 1,1 mg zat besi dan 86 g air dengan total kalori sebanyak 49 kalori.

Kandungan vitamin C pada jambu biji merah dua kali lipat lebih banyak dari jeruk manis yang hanya 49 mg per 100 g buah. Kandungan vitamin C optimum terjadi pada saat buah akan matang.

Likopen

Selain vitamin C, jambu biji merah juga mengandung Likopen. Likopen adalah senyawa karotenoid (pigmen penting dalan tumbuhan) yang memiliki aktivitas antioksidan untuk menangkal radikal bebas, sehingga bermanfaat memberikan perlindungan pada tubuh dari serangan beberapa jenis penyakit, di antaranya kanker.
Dalam jambu biji merah, kandungan likopen tersedia dalam jumlah yang melimpah yaitu 5.200 mg per 100 g buah, peringkat kedua setelah tomat.

Likopen adalah senyawa karotenoid yang memberikan warna merah pada beberapa buah dan juga sayuran, seperti tomat, semangka dan jambu biji merah. Likopen merupakan salah satu senyawa fitokimia atau fitonutrien yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti senyawa karotenoid lain, misalnya xantin, lutien dan lain-lain.

Likopen memiliki rumus molekul  C40H56, dengan berat molekul 536,873 dan titik leburnya 172-1730C. Likopen larut dalan kloroform, benzene, n-heksana dan pelarut organik lain dan bersifat hidrofobik kuat.
Likopen dapat mengalami degradasi melalui proses isomerasi dan oksidasi, karena cahaya, oksigen, suhu tinggi, teknik pengeringan, proses pengelupasan, penyimpanan dan asam. Likopen merupakan senyawa asiklik dengan 13 ikatan rangkap.

Sebelas di antaranya merupakan ikatan rangkap terkonjugasi. Rangkaian ini merupakan kromofornya yang menghasilkan warna.

Kegunaan utama likopen menghambat kemunduran fungsi fisik dan mental, antara lain membuat kita tidak mudah pikun. Likopen juga mencegah kanker pankreas, mulut rahim, dan saluran pencernaan.
Riset-riset epistemologis likopen yang dilakukan peneliti Italia, mencakup 2.706 kasus kanker rongga mulut, tekak, kerongkongan, lambung, usus besar dan dubur, jika  meningkatkan konsumsi likopen, khususnya pada jambu biji yang daging buahnya berwarna merah, memberikan efek perlindungan pada tubuh.
Likopen dalam jambu biji merah berguna sebagai pencegah penyakit kanker yang ampuh, terutama kanker prostat.

Tingkatkan Stamina

Studi dari Harvard University, mengemukakan penelitian terhadap 48.000 laki-laki. Responden yang paling banyak menambahkan asupan likopen dalam menu diet mereka akan mengalami penurunan risiko kanker prostat sebanyak 45%.

Sama halnya dengan penelitian yang melibatkan 473 pria yang dilakukan di Yale University menunjukkan fakta, bahwa pria yang bebas kanker prostat memiliki lebih banyak kadar likopen di dalam darahnya dibandingkan mereka yang menderita kanker.

Sesungguhnya pria tidak memerlukan obat kuat untuk mendongkrak gairah seksual, karena dengan meningkatkan konsumsi jambu biji merah secara teratur, maka hidup sehat dan bahagia bukanlah sekadar impian.
Likopen diyakini dapat meningkatkan jumlah sperma, memperbaiki struktur sperma, dan meningkatkan vitalitasnya. Dengan demikian, likopen otomatis dapat meningkatkan fertilitas seorang pria.

Sebuah penelitian yang dilakukan di India terhadap 30 pasangan yang tidak subur membuktikan bahwa pasangan pria yang mengkonsumsi likopen sebanyak 20 mg selama 3 bulan secara terus-menerus jumlah sperma dapat meningkat sebanyak 67 persen, perbaikan struktur sperma sebanyak 63 persen, dan kecepatan sperma meningkat sebesar 73 persen.

Menurut All India Institute of Science New Delhi (2002), likopen merupakan salah satu dari 650 jenis karotenoid yang secara normal terdapat dalam konsentrasi tinggi pada testis. Jika konsentrasi rendah, pria akan mengalami ketidaksuburan.

Struktur  likopen sangat mendukung potensinya sebagai antioksidan. Zat antioksidan adalah substansi yang dapat menetralisir atau menghancurkan radikal bebas. Struktur likopen diketahui lebih efisien dalam menangkap radikal bebas dibandingkan dengan karotenoid lain.

Antioksidan

Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan electron, sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Selain itu, radikal bebas juga terdapat di lingkungan sekitar kita yang berasal dari polusi udara, asap tembakau, penguapan alkohol yang berlebihan, bahan pengawet dan pupuk, sinar ultra violet, sinar x dan ozon.

Radikal bebas dapat merusak sel tubuh apabila tubuh kekurangan zat antioksidan atau tubuh kelebihan radikal bebas. Hal ini dapat menyebabkan berkembangnya sel kanker, penyakit hati, arthritis, katarak, dan penyakit degeneratif lainnya, bahkan juga mempercepat proses penuaan.

Likopen juga diketahui mempunyai aktivitas antioksidan dua kali lebih kuat dibandingkan vitamin E. Jadi reaksi likopen sebagai antioksidan di dalam tubuh lebih baik daripada vitamin A, C, E maupun mineral lainnya.
Giovannucci (1999) melaporkan, likopen sangat baik untuk perokok ringan ataupun perokok pasif. Asap rokok diketahui mengandung NO cukup tinggi. NO dapat bereaksi dengan oksigen membentuk radikal NO2 yang sangat berbahaya.

Kehadiran likopen secara in vitro sangat efektif untuk melindungi limfosit dari radikal bebas NO2. Ida Gunawan, dari FKUI juga melaporkan bahwa konsumsi likopen dapat memperbaiki 43,2 persen DNA leukosit yang rusak akibat rokok.
Ida juga mengungkapkan bahwa konsumsi 350 g likopen per hari dapat memperbaiki 50 persen DNA yang rusak, sehingga dapat mencegah berbagai penyakit seperti serangan jantung, kanker, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.  

Pemberian jus jambu biji merah sebagai salah satu cara untuk meningkatkan trombosit boleh dibilang sudah jadi tradisi dalam masyarakat saat terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Vitamin C

Pasalnya selama ini pengobatan DBD masih bersifat suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler.
”Memang tidak ada vaksin atau pengobatan apapun untuk menghindarkan orang agar tidak terjangkit DBD,” jelas dr. Ety dari RS Mitra Keluarga.

”Kita hanya memperbaiki kondisi tubuh agar tetap fit sehingga terhindar dari serangan DBD,”  tambahnya.
Mengenai khasiat dari jus jambu biji merah dokter ini tidak melihat korelasinya. ”Jumlah trombosit yang menurun pada hari keenam serangan memang akan menurunkan trombosit. Itu tidak dapat dinaikkan dengan menggunakan jus jambu biji merah.

Jus jambu ini memang banyak mengandung vitamin C yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” tambah dr. Dian Afianti dari RS Roemani, Semarang.

Jadi bila menderita DBD sebaiknya pengobatan medis tetap diperlukan. Lebih penting lagi sebaiknya cegah DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan serta memberantas sarang nyamuk dan jentik-jentiknya.
Produk olahan jambu biji merah sudah sangat banyak dan dengan mudah dapat kita peroleh di pasaran dengan berbagai merek yang dijual, baik di supermarket, toko-toko, sampai kios-kios kecil.

Produk olahan jambu biji merah berupa jus jambu yang dikemas dalam cup gelas, botol plastik, dan botol kertas yang memudahkan masyarakat mengkonsumsi buah ini.
Selain itu, ada pula olahan yang dibuat sebagai jelly yang dikemas dalam cup plastik dan didinginkan dalam lemari pendingin.

Setelah mengental, jelly jambu biji merah dapat langsung diminum. Jambu biji merah pun dapat dibuat tepung yang berguna untuk membuat minuman instan, suplemen dalam makanan bayi, dan sebagai produk lainnya.
Semua produk olahan ini merupakan sumber likopen yang berguna untuk kesehatan tubuh kita
 
Cuaca saat ini yang tidak menentu berpengaruh buruk pada kesehatan kita. Hujan deras mengguyur bumi tercinta setiap hari, selain berdampak positif hujan juga memberikan dampak negatif pada tubuh kita. Genangan air yang ada di sana sini menjadi sarang bagi jentik-jentik dan kuman penyakit. Dari Demam Berdarah sampai diare banyak kita jumpai akhir-akhir ini, semua itu banyak berawal dari seringnya turun hujan dan kondisi cuaca yang kurang menentu.
 
Salah satu yang di untungkan adalah para petani jambu biji merah/jambu biji biasa yang terkenal bermanfaat menyembuhkan beberapa macam penyakit. Jambu biji alias jambu kelutuk sendiri memiliki banyak manfaat mulai dari buah, daun hingga batangnya. Melonjaknya komoditas Jambu Biji ini di sebabkan kepercayaan orang-orang yang timbul dari omongan mulut kemulut bahwa jambu ini bisa menyembuhkan penyakit demam berdarah.

Menurut berbagai sumber ekstrak daun dan buah Jambu Biji dapat berguna untuk menyembuhkan penyakit demam berdarah. Rebusan daun dan sari buahnya pun dapat berguna untuk meningkatkan jumlah Trombosit, sehingga sangat dibutuhkan oleh tubuh.


Para penderita yang sudah positif DBD setelah mengkonsumsi ekstrak buah ini sekitar 500cc dalam sehari dapat meningkatkan pertumbuhan trombosit dalam tempo 8 sampai 48 jam. Menurut penelitian rebusan daun jambu biji juga dapat mencegah perkembangan dari virus DBD ini.

Di masyarakat juga beredar kabar bahwa negara tetangga seperti Thailand, Philipina, Brunei dan China sudah sejak lama menggunakan ekstrak tumbuhan Jambu Biji sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti radang usus besar, menghilangkan infeksi, menyembuhkan diare dan disentri, bermanfaat untuk menghentikan perdarahan. Daun jambu kelutuk muda yang dihaluskan dan diambil airnya, diyakini dapat digunakan sebagai obat luka karena cidera, perdarahan, dan bisul-bisul.

Sejumlah literatur yang membahas tentang penelitian tanaman obat-obatan tradisional menyebutkan jambu klutuk memiliki kandungan zat-zat penyembuh yang lengkap, mulai dari daun, buah hingga bagian batangnya. Buah jambu kelutuk merupakan sumber vitamin C yang tinggi, yakni 6 kali lebih banyak dibandingkan jeruk dan 30 kali lebih banyak dibandingkan pisang. Sungguh mencengangkan fakta yang ada tentang Jambu Biji ini.

Dari hasil penelitian pula disebutkan jambu kelutuk khususnya yang berwarna merah mengandung vitamin A dalam jumlah yang tinggi yakni sekltar 3,1 mg/100 g dibandingkan dengan jambu klutuk yang berwarna putih. Vitamin lain yang terkandung adalah vitamin B-tiamina (B1), riboflavin (B2), asid nikotinik dan asid pantotenik.

Sedangkan manfaat obat-obatan yang terkandung dalam jambu kelutuk karena jenis tanaman ini memiliki kandungan minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guaja vermin, kalsium oksalat dan beberapa vitamin, terutama A, B dan C serta mineral, Penelitian juga menemukan bahwa jambu kelutuk merah mengandungi fosforus, kalsium, besi, kalium, dan natrium.

Buah jambu batu mengandung 74-87% kelembapan, 13-26% bahan kering, 0.5-1% abu, 0.4-0.7% lemak mentah, dan 0.8-1,5% protein mentah, Khusus bagian daunnya diperkirakan mengandung hingga 9% eutenol dan 3% damar. Seduhan antara campuran daun jambu biji dengan daun sirih, banyak dimanfaatkan oleh kaum ibu untuk membersihkan bagian kewanitaan agar tidak gatal-gatal karena bakteri dan jamur, Sedangkan Akar dan kulit batangnya bermanfaat sebagai obat diare dan gastroenteritis atau penyakit radang selaput lendir lambung dan usus terutama pada anak-anak. Batangnya banyak digunakan sebagai obat sariawan.

Di pasaran dalam negeri saat ini memiliki dua jenis varian yakni jambu Bangkok dan jambu kelutuk lokal. Khusus jambu kelutuk lokal, juga dikenal dua jenis yakni jambu kelutuk berdaging buah putih dan merah. Yang berdaging putih, dikenal sebagai jambu susu putih. Jenis ini digemari karena rasanya manis, daging buahnya agak tebal, dan teksturnya lembut, Sedangkan yang berdaging buah merah, lebih laku di pasar karena selain rasanya yang manis asam memiliki kandungan gizi dan manfaat obat-obatan yang tinggi.

Mengingat khasiatnya yang begitu besar, tak ada salahnya jika kita memanfaatkan lahan-lahan kosong yang ada untuk tanaman jambu biji ini. Apalagi, jambu kelutuk dapat tumbuh di dataran rendah seperti kawasan pantai sampai dataran tinggi dengan berketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut.
 
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment