Sukses Berbinis - Kesehatan terjaga

Jambu biji merah, siapa yang tak kenal dengan buah yang satu ini. Tanamannya banyak ditanam hampir di semua rumah baik dengan tujuan obat maupun penghasil buah. Daun jambu biji merah dikenal sebagai obat diare yang manjur, sedang buahnya punya khasiat sebagai penangkal penyakit demam berdarah. Manfaat yang banyak dan karakteristik pohon jambu biji merah yang mudah tumbuh dan perawatannya mudah, membuat jambu biji merah menjadi salah satu tanaman pilihan untuk mengisi halaman rumah. Ini pula yang membuat H. Mahmud berminat menjadi petani jambu biji merah. Siapa sangka usaha budidaya jambu biji merah yang dirintis sejak 3 tahun lalu ini memberinya keuntungan yang luar biasa. H. Mahmud bercerita bahwa usaha budidaya jambu biji merah bisa dimulai dengan modal hanya +- Rp. 1 jt. Modal tersebut digunakan untuk membeli bibit jambu biji merah sebanyak 40 batang seharga +- Rp. 240 ribu, menyewa lahan seluas 240 m2 seharga +- Rp.500 ribu / tahun dan sisanya untuk penyediaan pupuk dan biaya pemeliharaan.
H. Mahmud yang berasal dari daerah Caringin, Bogor, Jawa Barat merawat jambu biji merah miliknya dengan pola tradisional. Pupuk yang digunakan masih mengandalkan hasil kotoran ternak, yakni kotoran kambing dan kotoran ayam. Namun kini H. Mahmud bisa menuai hasil yang cukup lumayan dari tanaman jambu biji merah miliknya. Sekali panen setiap tiga hari sekali, H. Mahmud bisa mengantongi +- Rp. 400 ribu hanya dari 40 batang pohon jambu biji merah. Hebatnya, jambu biji merah adalah tanaman yang bisa berbuah sepanjang tahun dan tidak mengenal musim. Pohon jambu biji merah mulai berbunga kira-kira pada umur 7 atau 8 bulan. Dan mulai berbuah setelah umur 1 tahun. Bahkan kini keberhasilan H. Mahmud menarik minat Imam Syaiful, seorang investor untuk menanamkan sebagian uangnya pada usaha budidaya jambu biji merah. Dari hasil kerjasamanya bersama H. Mahmud, Imam Syaiful mengatakan bisa panen hingga 1,5 ton dari 200 batang pohon jambu biji merah yang dipelihara. Dengan harga antara Rp. 1200,- (kualitas jelek) hingga Rp. 4000,- (kualitas bagus) bisa kita bayangkan berapa keuntungan yang dihasilkan. Panen dilakukan setiap 3 hari sekali. Penyakit yang menyerang tanaman jambu biji merah juga tidak terlalu banyak, umumnya hanya jamuran atau bintik-bintik putih yang terdapat pada daun dan buah jambu biji merah. Hal tersebut bisa diatasi dengan melakukan penyemprotan obat anti hama tanaman.
Lain lagi dengan Hasidi Sa’ad, seorang pengepul jambu biji merah di Bandung. Per hari ia mengaku bisa menjual hingga 6 ton per hari jambu biji merah. Dengan tingkat keuntungan 500 – 1000 rupiah per kilogram terbayang berapa keuntungan yang diraih Hasidi Sa’ad per harinya. Lain pula dengan Agus, pedagang buah di pasar induk mengaku bisa menjual 5 hingga 7 kwintal per hari hanya untuk jambu biji merah saja. Terbukti bukan bagaimana tingginya permintaan akan jambu biji merah.

Tidak hanya itu, jambu biji merah juga membawa berkah bagi penyedia bibit tanaman jambu biji merah. Jambu biji merah bisa dikembangbiakkan melalui sistem cangkok, okulasi dan biji. Namun yang banyak dipilih adalah cara cangkok. Cangkok jambu biji merah diambil dari pohon yang berumur 6 hingga 9 bulan, pilih batang lurus dengan diameter +- 2 cm lalu kelupas kulitnya dan bersihkan lendir atau getahnya. Selanjutnya bungkus dengan tanah lalu tutup dengan plastik. Dalam beberapa minggu akar hasil cangkokan sudah tumbuh dan pohon jambu biji merah sudah bisa dipotong untuk ditanam. Jadi, selain menjual hasil buah kita juga bisa menjual bibit jambu biji merah yang harganya bisa mencapi 20 hingga 25 ribu per batangnya. Bahkan untuk tanaman jambu biji merah yang sudah jadi atau dewasa bisa mencapai 500 hingga 750 ribu per batangnya. Itulah segudang potensi bisnis budidaya jambu biji merah, bagaimana Anda tertarik mencobanya ? Selamat ber wirausaha dan sukses.
 
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment