Yuuuuk Nanam Jagung Manis


Kurangnya pasokan jagung di dalam negeri, membuka arus impor jagung semakin membesar. Kebutuhan akan jagung di dalam negeri yang cukup besar ini menjadikan prospek usaha budidaya jagung sangat menjanjikan untuk digarap. Hal ini bisa dilihat dari data yang diperoleh oleh Dewan Jagung Nasional, bahwa sepanjang tahun 2010 jumlah impor jagung Indonesia mencapai 1 juta ton, sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 2 juta ton.

Jagung inpor tersebut bukan hanya untuk tujuan konsumsi rumah tangga, melainkan juga untuk industri pakan ternak, hingga produksi bioetanol dari jagung. Saat ini ada dua jenis jagung yang harganya cukup meroket di supermarket dan pasar modern. Yang pertama adalah jagung manis yang dijual Rp.13 ribu/kg, dan yang kedua adalah jagung muda yang dijual Rp.15-16 ribu/kg. Menariknya, permintaan pun makin menjulang.
Jenis Jagung
Untuk membedakan jagung manis dengan jagung biasa bisa dilihat dari warna rambut yang keluar dari ujung tongkol. Jagung manis rambutnya cenderung berwarna putih, sedangkan jagung biasa berwarna merah kecoklatan. Jagung manis juga memiliki warna bulir/biji lebih kuning muda karena mengandung lebih banyak tepung. Jika melewati proses penjemuran, jagung biasa akan menjadi keriput, sedangkan jagung manis akan mengeras namun tidak menciut atau keriput seperti jagung biasa.
Salah satu banih jagung manis yang asaat ini tengah banyak di budidaya adalah jenis F1 Bisi 2 Sweet yang dijual dengan harga Rp.30 ribu/kg. Benih ini memiliki tingkat kemanisan mencapai 13-18 briks, lebih tinggi dari jagung biasa yang umumnya hanya mencapai 9-11 briks. Meski demikian, jagung manis ini tetap aman bagi penderita diabetes, karena rasa manis yang dihasilkan dari fruktosa (sejenis polimer gula yang sering disebut sebagai gula buah), bukan glukosa. Adapun beratnya 300-500 gram.
Dan yang disebut sebagai jagung muda adalah jagung tanpa bulir pada tongkolnya, sehingga dikategorikan sebagai sayuran. Tingginya permintaan jagung muda tidak lepas dari banyaknya perusahaan katering, hotel, hingga penyedia makanan sehat yang menggunakan jagung yang dipanen muda ini. Ukurannya yang tidak lebih dari 10 cm ini juga memiliki berat yang cukup ringan, sekitar 60 tongkol/kg.
Kunci sukses budidaya jagung muda terletak pada pembuangan bunga jantan yang baru mekar 2 hari atau saat tanaman jagung berumur 70 hari. Dengan demikian tidak akan terjadi pembuahan, sehingga tidak tumbuh bulir pada tongkol jagung. Jagung siap dipanen pada usia 75 hari.
Budidaya
Secara umum, jagung bisa ditanam pada dataran tingnggi maupun rendah antara ketinggian 0-1300 mdpl dengan suhu 21-32 derajat celcius, pH 6-7, dan curah hujan bulanan sekitar 100-125 mm. Jagung juga dapat tumbuh baik pada kondisi tanah lembab, subur, dan drainase baik. Percambahan benih jagung optimal adalah pada suhu 30 derajat.
Sementara itu petani yang menanam jagung manis maupun jagung muda banyak ditemukan di Cirebon, Cisarua , Cimahi, Ngamprah, Garut, Nagrek, Grobogan, Malang, Madura, Lampung, Makasar, Gorontalo, dan lainnya..
Agar jagung tumbuh dengan subur, maka harus dilakukan pemupukan sebanyak 250-300 kg urea/ha, 200 kg SP36/ha, 75-100 kg KCl/ha. Adapun jarak tanam antar baris 75-80 cm, antar tanaman dalam satu baris 20-25 cm, dengan lubang tanam 3-5 cm yang ditanami 1-3 benih. Dalam waktu 50 hari biasanya terjadi pembungaan dan pada umur 75 hari jagung muda sudah mulai bisa di panen, sedangkan untuk jagung manis di panen pada usia 110-125 hari.
Pemasaran
Rantai jalur pemasaran jagug adalah petani menjual jagung pada tengkulak yang mengambil langsung dari kebun petani. Oleh tengkulak biasanya ditimbang sesuai kebutuhan, untuk tujuan supermarket jagung grade A, dan jagung grade B masih dengan klobot (kulit) untuk tujuan pasar induk. dari supermarket serta pasar induk baru jagung bisa sampai ke tangan konsumen.
Harga jagung muda di tingkat petani mencapai Rp.5-6 ribu/kg, tingkat pengepul Rp.7-8 ribu/kg, tingkat pemasok supermarket Rp.12 ribu/kg, dan di supermarket Rp.16-16 ribu/kg. Antara grade A dan B perbedaannya hanya Rp.1.000/kg. Tingginya perbedaan harga antara pemasok supermarket dengan tengkulak disebabkan karena adanya proses pembersihan dan pengemasan oleh pihak pemasok supermarket.
Adapun jagung muda yang masuk kriteria grade A antara lain harus muda, bentuk seragam, ukuran sedang tidak terlalu besar (sekitar 10-12 cm) dan bersih. Kriteria grade B adalah jagung tidak mulus atau ompong, tidak seragam, kurang bersih, dan ada bagian yang patah. Sedangkan untuk grade C ukurannya terlalu besar, melebihi grade A.
Sementara itu, untuk jagung manis, yang masuk grade A harus memiliki berat 300-500 gram/buah dengan bentuk tongkol mulus dan mengkilat yang dijual ke tengkulak dengan harga Rp.2.500-3.000/kg. Dari tengkulak lalu dijual ke supermarket dengan harga Rp.5-7 ribu/kg, dan harga jula di supermarket mencapai Rp.13 ribu/kg. Sedangkan untuk grade B dengan ukuran kurang dari 300 gram atau lebih dari 500 gram, bentuk tidak mulus, bii jagung ada yang tidak sempurna/ompong dan dijual dengan harga p.1.500-2 ribu/kg. Dari tengkulak dijual ke pedagang pasar dengan harga Rp.3 ribu/kg dan dijual ke konsumen dengan harga Rp.4 ribu/kg.
Sampai saat ini sebagian besar jagung yang dijual di supermarket di pasok oleh pemasok, bukan dari petani langsung. Siapapun memiliki kesempatan untuk menjual langsung ke supermarket, asal mampu memenuhi kualitas, kuantitas dan kontinuitasnya. Maka itu, pemasok jagung, maupun komoditas lain sekarang ini masih dikuasai pemasok yang memiliki jaringan dengan petani di beberapa daerah dan bermodal besar, karena pembayaran jagung dilakukan secara tunai sedangkan pembayaran pasokan jagung dari supermarket dibayar mundur 1-2 bulan.
Meski terlihat dari selisih harga jual tengkulak memiliki untung paling besar, siapa bilang untung petani menjadi minim. Karena banyak petani jagung yang sukses meraup omset puluhan juta dalam sekali masa panen. Menanam jagung muda memang lebih menguntungkan dari jagung manis, mengingat waktu panen yang lebih singkat dan harga yang lebih tinggi.
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment