Taushiah Ramadhan 1433 H

ღ Tauzhiyah Hikmah " Indah-nya Ramadhan
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم

Alloh Azza Wa Jalla . Berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"
(QS.Al Baqarah:183)

♥•*¨*♥•♥*¨*♥• Tauzhiyah Hikmah " Indah-nya Ramadhan 11 •♥*¨*♥•♥*¨*♥

Seluruh umat Islam kini menyerukan
'Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan", selamat datang Ramadhan,

Selamat datang Ramadhan. Dimasjid-masjid, musholla, koran-koran, stasiun televisi dan radio danberbagai mailing list, ungkapan selamat datang Ramadhan tampil denganberbagai ekpresi yang variatif. Setiap media telah siap dengan dengansederet agendanya masing-masing. Ada rasa gembira, ke-khusyu'-an, harapan,semangat dan nuansa spiritualitas lainnya yang sarat makna untukdiekpresikan. Itulah Ramadhan, bulan yang tahun lalu kita lepas kepergiannya dengan linangan air mata, kini datang kembali.

Sejumlah nilai-nilai dan hikmah-hikmah yang terkandung dalam ibadah puasapun marak dikaji dan kembangkan. Ada nilai sosial, perdamaian, kemanusiaan,semangat gotong royong, solidaritas, kebersamaan, persahabatan dan semangatprularisme. Ada pula manfaat lahiriah seperti: pemulihan kesehatan(terutama perncernaan dan metabolisme), peningkatan intelektual, kemesraandan keharmonisan keluarga, kasih sayang, pengelolaan hawa nafsu danpenyempurnaan nilai kepribadian lainnya.

Ada lagi aspek spiritualitas:puasa untuk peningkatan kecerdasan spiritual, ketaqwaan dan penjernihanhati nurani dalam berdialog dengan al-Khaliq. Semuanya adalah nilai-nilaipositif yang terkandung dalam puasa yang selayaknya tidak hanya kita pahamisebagai wacana yang memenuhi intelektualitas kita, namun menuntutimplementasi dan penghayatan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Yang juga penting dalam menyambut bulan Ramadhan tentunya adalah bagaimanakita merancang langkah strategis dalam mengisinya agar mampu memproduksinilai-nilai positif dan hikmah yang dikandungnya. Jadi, bukan hanya melulumikir menu untuk berbuka puasa dan sahur saja. Namun, kita sangat perlumenyusun menu rohani dan ibadah kita. Kalau direnungkan, menu buka dansahur bahkan sering lebih istemawa (baca: mewah) dibanding dengan makanankeseharian kita. Tentunya, kita harus menyusun menu ibadah di bulan suciini dengan kualitas yang lebih baik dan daripada hari-hari biasa. Denganbegitu kita benar-benar dapat merayakan kegemilangan bulan kemenangan inidengan lebih mumpuni.

Ramadhan adalah bulan penyemangat.
Bulan yang mengisi kembali baterai jiwa setiap muslim.

=> Ramadhan sebagai 'Shahrul Ibadah' harus kita maknai dengansemangat pengamalan ibadah yang sempurna.

=> Ramadhan sebagai 'Shahrul Fath'(bulan kemenangan) harus kita maknai dengan memenangkan kebaikan atassegala keburukan.

=> Ramadhan sebagai "Shahrul Huda" (bulan petunjuk) haruskita implementasikan dengan semangat mengajak     kepada jalan yang benar,kepada ajaran Al-Qur'an dan ajaran Nabi Muhammad Saw.

=> Ramadhan sebagai"Shahrus-Salam" harus kita maknai dengan mempromosikan perdamaian danketeduhan.

=> Ramadhan sebagai 'Shahrul-Jihad" (bulan perjuangan) harus kitarealisasikan dengan perjuangan menentang kedzaliman dan ketidakadilan dimuka bumi ini.

=> Ramadhan sebagai "Shahrul Maghfirah" harus kita hiasi denganmeminta dan memberiakan ampunan.

Dengan mempersiapkan dan memprogram aktifitas kita selama bulan Ramadhan ini, insya Allah akan menghasilkan kebahagiaan. Kebahagiaan akan terasaistimewa manakala melalui perjuangan dan jerih payah. Semakin berat danserius usaha kita meraih kabahagiaan, maka semakin nikmat kebahagiaan itukita rasakan. Itulah yang dijelaskan dalam sebuah hadist Nabi bahwa orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan.

Pertama
yaitu kebahagiaan ketika ia "Ifthar" (berbuka). Ini artinyakebahagiaan yang duniawi, yang didapatkannya ketika terpenuhinya keinginandan kebutuhan jasmani yang sebelumnya telah dikekangnya, maupun kabahagiaanrohani karena terobatinya kehausan sipritualitas dengan siraman-siramanritualnya dan amal sholehnya.

Kedua

Adalah kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya. Inilah kebahagian ukhrawi yang didapatkannya pada saat pertemuannya yang hakiki denganal-Khaliq. Kebahagiaan yang merupakan puncak dari setiap kebahagiaan yang ada.

Akhirnya, hikmah-hikmah puasa dan keutamaan-keutaman Ramadhan di atas,dapat kita jadikan media untuk bermuhasabah dan menilai kualitas puasa kita.

Hikmah-hikmah puasa dan Ramadhan yang sedemikian banyak dan mutidimensional, mengartikan bahwa ibadah puasa juga multidimensional.Begitu banyak aspek-aspek ibadah puasa yang harus diamalkan agar puasa kitabenar-benar berkualitas dan mampu menghasilkan nilai-nilai positif yang dikandungnya.

Seorang ulama sufi berkata "Puasa yang paling ringan adalah meninggalkan makan dan minum". Ini berarti di sana masih banyak puasa-puasayang tidak sekedar beroleh dengan jalan makan dan minum selama sehari penuh, melainkan 'puasa' lain yang bersifat batiniah.

Semoga dengan mempersiapkan diri kita secara baik dan merencanakan aktifitas dan ibadah-ibadah dengan ikhlas, serta berniat

"liwajhillah walimardlatillah",

karena Allah dan karena mencari ridha Allah, kita mendapatkan kedua kebahagiaan tersebut, yaitu

"sa'adatud-daarain" kebahagiaan dunia dan akherat....Insya ALLOH ...

Semoga kita bisa mengisi Ramadhan tidak hanya dengan kuantitas harinya, namun lebih dari pada itu kita juga memperhatikan kualitas puasa kita..Wallahu 'alam .

Semoga Allah Senantiasa Menjaga Dan Melindungi kita Semua,.
di tetapkan Iman Dan Taqwa kita Untuk selalu berada di Jalan-Nya...

Demikian ..semoga Tauzhiyah Singkat ini bermanfaat bagi kita semua...

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1433 H ....
Semoga Amal Ibadah kita di terimah di sisi ALLAH Azza Wa Jalla .
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment