Renungan di Akhir Tahun

Hanya tinggal hitungan hari, kita akan memasuki tahun baru. Masih segar dalam ingatan kita saat-saat yang sama seperti ini satu tahun yang lalu. Begitulah yang namanya waktu, begitu cepat berjalan. Satu tahun sepertinya hanya beberapa saat saja. Di penghujung tahun ini, mungkin ada baiknya kita merapatkan bahtera kehidupan kita di sebuah dermaga peristirahatan, untuk sedikit merenungkan perjalanan satu tahun ke belakang yang sudah terlewati.
Dari Tsabit bin Al Hajjaj, dia berkata: Umar pernah berkata,”Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab! Timbanglah (kualitas ibadah) diri kalian sebelum (amal perbuatan) kalian akan ditimbang!Karena, sesugguhnya proses hisab kalian akan lebih ringan apabila kalian telah menghisabnya sejak sekarang. Berhiaslah kalian untuk hari pertanggungjawaban yang sangat besar.”
Perkataan bijak Umar r.a ini bisa kita jadikan awal dalam perenungan di akhir tahun. Bagi saya pribadi, inti dari wasiat Umar r.a ini adalah bahwa  kita harus selalu mengevaluasi setiap aktifitas yang pernah  kita lakukan dalam berbagai bidang baik dari segi kualitas ataupun kualitas. Kita mencoba menghitung dan mengevaluasi setiap aktifitas yang telah kita lakukan di tahun yang akan pergi ini. Kita mencoba untuk mempertahankan hal-hal yang tercapai sesuai target atau bahkan meningkatkannya dan memperbaiki setiap kegagalan agar tidak terulang di tahun-tahun yang akan datang.
Yang paling baik yang kita lakukan di akhir tahun ini adalah tentunya sambil merenung, kita juga meningkatkan amal ibadah terlebih dalam kelender tahun islam (hijiryah) bulan Muharram adalah bulan penuh dengan keutamaan. Sesuai dengan maknanya -bulan Muharram yang berupakan bulanNya (syahrullah)- tahun baru dalam pandangan islam lebih merupakan bulan untuk beribadah daripada untuk dirayakan apalagi melewatinya dengan berpesta pora atau begadang semalam suntuk dengan kegiatan yang tidak jelas.
“Jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, tersebut dalam Kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan.” (QS 9:36)
Abdullah Ibn Mas’ud mengatakan, “Nabi Muhammad lebih memilih berpuasa pada hari ‘Asyura dibandingkan hari lainnya dan lebih memilih berpuasa Ramadhan dibandingkan puasa ‘Asyura.” (HR Bukhari dan Muslim).
Semoga di tahun 2013 kita menjadi lebih baik dari pada di tahun yang 2012 yang akan kita lewati ini…amin
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment