Sisi Lain Pak Salabah


Bicara masalah rezeki memang tidak ada yang tau berapa besar nya rezeki yang akan kita dapatkan karena masalah rezeki ini termasuk sesuatu yang diatur oleh Alloh.
Kalau kita amati di sekitar lingkungan saja begitu banyak orang yang rezeki nya berbeda-beda, ada yang melimpah ruah dan ada juga yang sedikit. Seandainya masing 2x orang ditanya mau rezeki yang banyak atau rezeki yang dikit, saya kira rata 2x setiap orang ingin mendapatkan rezeki yang banyak, apalagi di zaman sekarang yang keadaan masyarakat nya hidup secara glamor dan  bermewah-mewahan sehingga membuat orang menjadi ingin punya harta banyak.
Padahal kalau kita mau berfikir masalah rezeki ini memang sudah ketentuan NYA, ada yang diberi sedikit dan ada yang diberi melimpah ruah, maka dari itu sebagai makhluk nya tidak perlu merasa iri dengan orang yang rezeki nya lebih baik, karena memang Alloh memberikan rezeki yang lebih banyak kepada orang tersebut daripada orang lain.
Pada intinya diberi rezeki banyak atau sedikit ya sama sama di beri cobaan oleh Alloh, bedanya yang diberi rezeki banyak itu cobaan enak dan yang diberi rezeki sedikit itu cobaan tidak enak.  Seseorang yang diberi rezeki sedikit itu bukan berarti Alloh tidak sayang kepadanya tetapi memang Alloh sengaja memberikan rezeki yang sedikit kepada orang tersebut karena dengan begitu orang tsb bisa lancar ibadahnya.
Seperti kisah umat Nabi Muhammad SAW yaitu Sa’labah yang ibadah nya malah tidak lancar ketika diberi rezeki yang banyak. Cerita singkatnya begini, hehehe….. :) Sa’labah dan istrinya  saat itu hidup dalam keadaan  sangat miskin bahkan sangking miskinnya dalam setiap sholat nya dia harus bergantian dengan istrinya karena hanya mempunyai satu sarung saja. Jadi ketika Sa’abah pergi  ke masjid untuk sholat, sang istri berdiam dirumah  dan begitu juga sebaliknya.
Keejadian tersebut berlangsung trus menerus  sampai suatu hari Sa’alabah memintakan Nb untuk mendo’akan nya menjadi orang kaya karena dia merasakan kehampaan hidup dalam keadaan miskin. Awal nya Nb menolak  permintaannya tetapi karena Sa’labah yang terus memaksa maka Nb menuruti kemauannya Sa’labah.
Awalnya Sa’labah mempunyai beberapa ekor kambing dan saat itu ibadahnya masih tetap lancar dan dengan berkembang nya waktu kambing nya bertambah banyak dan dia sibuk mengurusi kambing nya tsb sehingga ibadah nya menjadi tidak lancar.
Dengan kejadian tsb maka bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua kalau memiliki harta yang banyak itu bukan jaminan untuk bahagia karena bisa saja dengan harta tsb seseorang menjadi lupa akan kewajibannya dan menjadi pelit sehingga tidak mau sodaqoh dan akan membuat orang tsb malah masuk ke dalam neraka.
Tapi bukan berati seseorang harus pasrah tidak bekerja dan berdo’a untuk mendapatkan rezeki, masalah rezeki ini tetap di cari untuk kelancaran ibadah tetapi jangan sampai NGoyo maksudnya jangan sampai hidup ini untuk kerja trus sehingga lupa akan ibadah dan kewajibannya kepada Alloh.
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK DIBAWAH INI
Tags:
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL SUKA DIBAWAH INI

0 comments

Post a Comment